Perundungan atau bully kerap muncul di lingkungan sekolah dan di antara kalangan pelajar. Lantaran hal itu masih dianggap biasa dan lumrah, padahal bisa memberi dampak terhadap kehidupan, khususnya korban perundungan.
Perundungan bisa mengakibatkan korban merasa rendah diri, depresi dan beberapa kasus bahkan berujung bunuh diri.

Inilah yang mendorong Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) Makassar menggelar Seminar Sehari di Komplek Yayasan Pendidikan Kanak-kanak Nusantara (YPKN) yang diikuti oleh siswa-siswi SD dan SMP Nusantara, Jalan Ahmad Yani, Makassar.
Baca Juga : Senyuman Baru Sambut Awal Tahun: Ribuan Siswa Pangkep Terima Tas dan Sepatu dari Zakat Masyarakat
JPN kali ini mengangkat isu 'Stop Bullying' di sekolah mengingat banyaknya perundungan atau bully dikalangan siswa dari pergaulan negatif dan ketidakpahaman siswa terhadap bahaya bully.
Ketua JPN Makassar, Muhammad Idris mengatakan, tujuan kegitan, untuk membekali sekaligus mengantisipasi siswa agar tidak menjadi pelaku mau pun korban perundungan.
Dia mencontohkan, pada tahun2022 ini saja, banyak masalah bullying yang viral dimana-mana dan berakhir dengan pidana. "Ini kegiatan terakhir kami tahun 2022. Dari tiga sekolah yang kami kunjungi. Dan kali ini kami angkat tema bully yang banyak viral di sekolah dan bahkan berujung pidana," seru Idris.
Baca Juga : Lomba Perpustakaan Desa 2025 Dimatangkan, Luwu Timur Bidik Penguatan Literasi Berbasis Inklusi Sosial
Sementara, Alita Karena, Staf Divisi Advokasi Yayasan Rumah Mama, mengingatkan, agar tidak melakukan bullying kepada teman dan adik kelas di sekolah atau pun di luar sekolah apa pun bentuk dan jenisnya. Baik berupa ejekan maupun bentuk kekerasan fisik yang bisa berakibat fatal.
"Ada beberapa penyebab bully, karena ada relasi kuasa antara adik kelas dan kakak kelas. Perasaan iri, fisik yang berbeda (terlalu gemuk, tinggi, pendek). Dan juga bicara kotor terhadap teman, berlaku kasar, mengejek atau memanggil nama teman dengan sebutan yang menghina/mengolok," urai Ita.
Sementara Sekertaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Andi Mappanyukki menjelaskan, masyarakat yang memiliki Kemampuan literasi yang baik tentu memiliki karakter yang kuat sehingga tidak mudah dipengaruhi dan dibodoh-bodohi termasuk menjaga toleransi kebhinekaan dan tidak menyakiti teman termasuk bully atau perundungan.
Baca Juga : Piluh! Rangga di Gowa Hanya Bisa Bawa Ubi ke Sekolah Pengganti Uang Jajan
Kegiatan tersebut pun tentu mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SMP Nusantara Hasbianti. Menurutnya, kegiatan seperti tersebut perlu bagi usia remaja, agar bisa lebih naik dalam bersikap sesamanya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




