Jejakfakta, Kaltim - Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal jadi kota yang peduli kelestarian lingkungan alam, peduli kelestarian hutan, dan pendidikan berkelanjutan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (13/9/2024), mencanangkan kawasan Wanagama Nusantara di Zona Rimba Kota B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kabupaten Panajam Paser Utara Kalimantan Timur. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Ova Emilia turut mendampingi Presiden.

Hadir juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang juga Plt Kepala Otorita IKN, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni yang juga Wakil Kepala Otorita IKN, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun.
Baca Juga : Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Tuai Kecaman, Akademisi UGM Soroti Bahaya Impunitas
Presiden Jokowi, di tengah kawasan yang masih padat pepohonan ini, menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama antara Plt Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan UGM yang diwakili oleh Ova Emilia. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun ekosistem lingkungan yang berkelanjutan di kawasan hutan Wanagama Nusantara yang terinspirasi dari konsep Wanagama UGM di Yogyakarta.
Presiden Jokowi bersama rombongan lalu melakukan penanaman pohon Tengkawang (Shorea pinanga) di sekitar area Wanagama Nusantara IKN sebagai simbol dukungan terhadap upaya restorasi hutan di Kalimantan. Penanaman pun diklaim sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di IKN.
Presiden kemudian meninjau kawasan Wanagama Nusantara dan melakukan penandatanganan kayu ulin. Langkah Presiden ini dianggap sebagai bentuk dukungan simbolis terhadap pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Kalimantan. Kayu ulin merupakan salah satu pohon khas Kalimantan, diharapkan menjadi simbol keberlanjutan dan konservasi di wilayah tersebut.
Baca Juga : Kepala Dinas Kominfo Makassar Paparkan Transformasi Digital di Seminar Nasional UGM
Puncak hajatan ini yaitu pelepasliaran burung di hutan Wanagama Nusantara. Pelepasan burung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dan mitra dalam memulihkan ekosistem hutan Kalimantan. Presiden Joko Widodo secara simbolis melepas beberapa ekor burung ke alam bebas, menandai langkah awal dalam upaya mengembalikan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Rektoe Ova Emilia, dalam keterangannya, mengatakan, Wanagama Nusantara merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan hutan dan restorasi yang diterapkan di Kalimantan. Ia juga menambahkan bahwa hutan ini akan menjadi hub untuk pendidikan dan penelitian terkait keberlanjutan serta perubahan iklim.
“Wanagama Nusantara ini adalah suatu ekosistem yang mereplikasi Wanagama di Yogyakarta, di mana utamanya adalah melakukan restorasi dan reforestasi dari hutan yang diharapkan untuk dilakukan di Kalimantan,” kata Ova Emilia.
Baca Juga : Makassar Raih Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Awards 2025
Ova Emilia pun menekankan pentingnya keberadaan Wanagama Nusantara sebagai pusat pendidikan dan penelitian untuk keberlanjutan lingkungan. Ia pun berharap kawasan tersebut dapat terus berkembang di masa mendatang.
“Tidak hanya sebagai tempat untuk reforestrasi dan restorasi, tetapi juga sebagai hub keilmuan dan pendidikan yang inklusif terhadap masyarakat sekitar IKN,” katanya. (BPMI Setpres/DNS)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




