Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang kerjasama SMK Pusat Keunggulan (PK) 2024 di Sulsel. Siswa yang mengikuti program tersebut yakni, SMKN 5 Pinrang, SMKN 1 Sidrap dan SMKN 7 Pangkep, kerja sama dengan LPK Yawata Edukasi Senter.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Gedung Pondok Madinah Makassar, pada hari Selasa 24 September 2024, yang dihadiri langsung Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar Mr. Ohashi Koichi, Kepala Departemen Bahasa Jepang Unhas Fityani Anwar, dan Ketua MKKS SMK Kabupaten Gowa Imanuddin dan beberapa undangan dari Alumni Jepang Sulsel.

Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar Mr. Ohashi Koichi, mengatakan, Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di berbagai sektor dan tentu syarat utama adalah tentu bisa berbahasa Jepang. Ia juga menyambut baik Program Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI ini.
"Ke depan Kurikulum Bahasa Jepang bisa masuk Kurikulum di SMK," katanya.
10 siswa bersama Kepala Sekolah SMKN 5 Pinrang, Munir Amir mengikuti pembukaan Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang kerjasama SMK Pusat Keunggulan (PK) 2024, di Makassar, Selasa (24/9/2024). @Jejakfakta/Istimewa
Kepala SMKN 5 Pinrang, Munir Amir, mengatakan program persiapan magang siswa Luar Negeri adalah program yg diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek melaui SMK Pusat Keunggulan.
Menurutnya, SMKN 5 Pinrang salah satunya yang ditunjuk sebagai pelaksana program SMK PK.
"Kami mengirim 10 siswa untuk pelatihan ini hasil seleksi di sekolah, dan semoga mereka dapat mengikuti pelatihan dan meraih predikat yang terbaik sehingga mereka nantinya memperoleh bekal awal untuk bekerja di negeri Sakura," jelasnya.
Sementara Direktur LPK Yawata Edukasi Senter, Syarifuddin, mengatakan sesuai MoU dengan pihak sekolah kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan yang dimulai dari 23 September-23 Desember 2024. "Dan diasramakan di Pondok Madinah Makassar," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




