Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Calon Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 4, Abdul Rahman Bando menemui warga wilayah Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Rahman Bando berbicara pembangunan 10 sekolah tanpa uang negara.
Rahman Bando menembus Pampang 4 yang berada dekat aliran Sungai Tello menggunakan sepeda motor. Kedatangannya disambut antusias warga pada Selasa (24/9/2024).

Di hadapan warga Pampang, Rahman Bando tak ingin menyampaikan bahwa saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Makassar, ia sudah memberi bukti.
Baca Juga : PDAM Makassar Kebut Sambungan Pipa Baru, Krisis Air Bersih di Utara Kota Ditarget Teratasi Akhir Juni
“Saya tidak lagi berbicara soal janji, tapi bukti. Di masa saya, 10 sekolah baru berhasil dibangun tanpa mengandalkan APBD,” kata Rahman Bando dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2024).
Salah satu sekolah yang dimaksud Rahman Bando adalah SMP 52. Sekolah ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Keluraha Sinrijala, Panakkukang.
“SMP 52 ini adalah hasil kerja keras kami bersama, membuktikan bahwa kemajuan bisa dicapai meski tanpa harus menunggu anggaran pemerintah. Inilah yang saya perjuangkan,” lanjutnya.
Baca Juga : Lima Fraksi Kompak Setuju, Penguatan Perumdam Waemami Diarahkan Perluas Akses Air Bersih di Luwu Timur
Saat menemui warga, Rahman Bando juga mendengarkan langsung keluhan warga Pampang 4 mengenai sulitnya distribusi air bersih di wilayah tersebut.
Masalah air bersih ini, menurut warga, telah menjadi permasalahan utama yang belum terselesaikan selama bertahun-tahun.
Mendengar keluhan warga Pampang, Rahman Bando menawarkan solusi yang praktis dan langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Nanti kita akan membangun sumur bor, dilengkapi dengan penampungan dan sistem penjernihan air payau, agar warga bisa mendapatkan air bersih tanpa kesulitan,” katanya.
Solusi ini sontak disambut dengan tepuk tangan meriah dari warga yang sudah lama menantikan perubahan di lingkungannya.
Dengan pengalamannya membangun sekolah tanpa APBD dan gagasan untuk akses air bersih, pasangan dari Amri Arsyid itu diklaim akan membawa perubahan nyata untuk Makassar.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




