Selasa, 01 Oktober 2024 22:36

Izin Keluar Beli Makanan, Seorang Santri di Makassar Dianiaya Hingga Tewas

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Seorang santri Pondok Pesantren Ahlul Qur'an Makassar berinisial RA (15) meninggal dunia usai jadi korban pengeroyokan oleh tiga remaja di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (30/9/2024). @Jejakfakta/Ilustrasi
Seorang santri Pondok Pesantren Ahlul Qur'an Makassar berinisial RA (15) meninggal dunia usai jadi korban pengeroyokan oleh tiga remaja di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (30/9/2024). @Jejakfakta/Ilustrasi

Setelah dilakukan visum, korban langsung di bawah ke Enrekang untuk dimakamkan pihak keluarga.

Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Seorang santri Pondok Pesantren Ahlul Qur'an Makassar berinisial RA (15) meninggal dunia usai jadi korban pengeroyokan oleh tiga remaja yang juga masih di bawah umur.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (30/9/2024) sekitar pukul 23.00 WITA.

Saat itu korban RA keluar dari pondok setelah mendapat izin untuk membeli makanan. Ia bersama dua rekannya dan bertemu para pelaku di lokasi kejadian.

Baca Juga : Pria Perantau Asal NTT Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Makassar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf, mengatakan, ketiga pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

"Pelakunya di bawah umur, sudah diserahkan ke PPA Polrestabes Makassar. Pelakunya tiga orang, anak di bawah umur semua," kata Yusuf saat dikonfirmasi Wartawan, Selasa (1/10/2024) malam.

Disebutkan Yusuf, korban yang sudah tiga tahun mondok di pesantren tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sayang Rakyat untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga : Dua Hari Pencarian, Warga Baranti yang Terpeleset di Saluran Irigasi Ditemukan Meninggal Dunia

Namun, nyawa korban tersebut tidak sempat lagi tertolong ketika berada di RS Sayang Rakyat.

"Tadinya di Rumah Sakit (RS) Sayang Rakyat dirawat baru dibawa ke RS Bhayangkara. Meninggal memang mi di RS Sayang Rakyat, divisum di RS Bhayangkara," ujarnya.

Setelah korban divisum di Rumah Sakit Bhayangkara, iapun langsung di bawah ke kampung halamannya di Kabupaten Enrekang untuk dimakamkan pihak keluarga. (*)

Baca Juga : Kesal Ibu Menikah Lagi, Pria di Makassar Nekat Bakar Rumah hingga Tewaskan Nenek

"Korban di Enrekang rumahnya, di bawah ke sana mayatnya. Keluarganya yang bawa ke sana," tandasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif peristiwa dari kejadian penganiayaan tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pesantren Ahlul Qur'an #Meninggal Dunia #membeli makan #PPA Polrestabes Makassar
Youtube Jejakfakta.com