Kamis, 21 November 2024 18:58

Setara Institute Gelar Tudang Sipulung Perkuat Kelompok Rentan di Sulsel, DIA Diwakilkan dan Andalan Hati Absen

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Peneliti Setara Institute, Sisy, memeberikan keterangan pers kepada wartawan usai  "Tudang Sipulung" dengan mengambil tema "Merancang Demokrasi Inklusif; Menguatkan Suara Kelompok Rentan di Sulawesi Selatan, di Hotel Swiss Belling, Kota Makassar, Kamis (21/11/2024). @Jejakfakta/Samsir
Peneliti Setara Institute, Sisy, memeberikan keterangan pers kepada wartawan usai "Tudang Sipulung" dengan mengambil tema "Merancang Demokrasi Inklusif; Menguatkan Suara Kelompok Rentan di Sulawesi Selatan, di Hotel Swiss Belling, Kota Makassar, Kamis (21/11/2024). @Jejakfakta/Samsir

Mendengar pandangan para Cagub dan Cawagub melihat kelompok rentan serta cara mengatasinya.

Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Setara Institute bersama Koalisi Aspirasi Sulawesi Selatan menyelenggarakan "Tudang Sipulung" dengan mengambil tema "Merancang Demokrasi Inklusif; Menguatkan Suara Kelompok Rentan di Sulawesi Selatan, di Hotel Swiss Belling, Kota Makassar, Kamis (21/11/2024).

Kegiatan ini mengundang para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yakni nomor urut 1 Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) dan nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi (Andalan Hati).

Hingga acara selesai, keduanya tidak ada yang hadir. Namun, pasangan Danny-Ashar, mengutus perwakilan satu Timses sebagai perwakilan nomor urut 1.

Baca Juga : Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran Nasional, Naik Drastis dari Peringkat 52 ke 9

"Sebelumnya kami sudah jau-jauh hari mencoba untuk menghubungi kedua kandidat melalui jaringan tim kami disini. Semalam update terakhir ada konfirmasi dari kedua Cagub untuk hadir, baik Cagub 01 dan 02," ujar Peneliti Setara Institute, Sisy, di lokasi kegiatan.

"Tapi begitu tadi pagi, Cawagub 01 mengkonfirmasi sedang dalam keadaan tidak enak badan karena habis pulang kampanye dari di luar kota sehingga memungkinkan untuk tidak hadir, akhirnya diwakilkan. Dan untuk 02, memang tadi pagi tidak kabar lebih lanjut," sambungnya.

Dijelaskan Sisy, kegiatan Tudang Sipulung ini merupakan upaya untuk mempertemukan masyarakat sipil dan para calon Gubernur Sulsel dalam membahas isu-isu kelompok rentan. Terutama mendengar pandangan para Cagub dan Cawagub melihat kelompok rentan serta cara mengatasinya.

Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya

"Sebetulnya kami dari Setara sendiri memfasilitasi ini sebagai forum (diskusi) dan seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kedua Cagub dan tentu peserta juga," jelas Sisy.

Namun, ketidakhadiran kedua Cagub tersebut, kata Sisy, masyarakat sipil yang hadir dalam forum tersebut bisa menilai sendiri seperti apa kemauan politik para Cagub sendiri dalam memperjuangkan para kelompok rentan.

"Terlepas mereka ada agenda lain, tapi bagaimana political will, antusias dari pada kedua calon gubernur yang mungkin kita bisa nilai bersama bagaimana keberpihakan mereka terhadap isu-isu kelompok rentan ini," ujarnya

Baca Juga : Luwu Timur Raih Apresiasi Gubernur di HUT Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas Sulsel

"Apakah sebetulnya isu-isu (kelompok rentan) tidak dianggap strategis atau seperti apa? itu mungkin teman-teman masyarakat sipil bisa menilai ketidakhadiran para kedua paslon ini," tambahnya

Sementara itu, Nawir, yang mewakili pasangan calon nomor urut 1, mengaku bahwa Danny-Ashar siap berkomitmen mengakomodir aspirasi para kelompok rentan."Cukup jelas visi-misi Danny-Ashar terhadap kelompok rentan. (Lalu) kelompok rentan apa yang dimaksud Danny-Ashar? Ini perlu diketahui,"kata Nawir

Dijelaskan Nawir, visi-misi Danny-Ashar mempunyai beberapa konsep dalam mengakomodir aspirasi kelompok rentan. Dintaranya dengan mitigasi, adaptasi dan afirmasi kebijakkan.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Misalnya konsep afirmasi kebijakkan yang dinilai sebuah tindakan cepat dalam memperjuangkan hak-hak dasar kelompok rentan. "Artinya itulah bentuk potical will Danny-Ashar," tegasnya

"Misalnya bagaimana melindungi, menjamin kehidupan bagi kelompok rentan, terutama hak-hak dasarnya, hak atas pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan juga hak untuk diakui entitasnya sebagai kelompok rentan," tutur Nawir

Lebih jauh, kata Nawir, kelompok rentan juga bisa berbasis pada geografis suatu wilayah yang sulit terjangkau akses kebutuhan publik. Dengan itu, butuh ekosistem yang dapat menjangkau semuanya, termasuk didalamnya kebijakkan publik.

Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional

"Yang memungkinkan sebuah kelompok rentan bisa tumbuh mencapai tujuan hidupnya dan tidak mengalami diskriminasi. Itu jelas dipolitical will, membangun ekosistem yang luas," jelasnya

Tak hanya itu, lanjut Nawir, kelompok rentan tersebut butuh solidaritas sosial yang nantinya tidak ada lagi seolah ada pembeda dengan satu yang lainnya. "Makanya di dalam visi-misi Danny-Ashar, itu bagaimana membangun ikatan, memperkuat kerekatan ikatan sosial antar warga, solidaritas," bebernya

Dengan semua itu, ditegaskan kembali Nawir bahwa butuh sebuah ekosistem yang mengatur kewajiban secara kultural dan aturan sendiri dalam menyelesaikan problem masalah kelompok rentan.

"Kewajiban kita saling memanusiakan, saling sipakatau, saling menghargai, saling melindungi. Bukan cuma negara yang harus taat peraturan, tapi masyarakat juga harus saling melengdungi," ujarnya.

"Kalu ini bisa diselesaikan, maka akan terjadi ekosistem hubungan intraksi yang baik."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Danny-Ashar #Andi Sudirman Sulaiman #Fatmawati Rusdi #SETARA Institute #Kelompok Rentan
Youtube Jejakfakta.com