Jejakfakta.com, MAROS -- Para petani di Kabupaten Maros harus bersiap menghadapi tantangan baru. Kuota pupuk subsidi untuk tahun 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan alokasi total sebanyak 26.015 ton.
Kuota tersebut terdiri dari tiga jenis pupuk: urea sebanyak 14.764 ton, NPK 11.107 ton, dan pupuk organik 154 ton. Penurunan ini disayangkan, mengingat keluhan soal ketersediaan pupuk subsidi masih sering terdengar dari kalangan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, Fadli, menjelaskan bahwa penurunan paling signifikan terjadi pada pupuk NPK, yang tahun lalu mencapai 12.000 ton, kini hanya 11.107 ton. Adapun pupuk urea juga mengalami penurunan dari 15.400 ton menjadi 14.764 ton.
Baca Juga : Revitalisasi Sektor Perikanan, Pemkab Lutim Salurkan Pupuk Subsidi untuk 1.163 Petambak
Meski begitu, Fadli tetap optimistis distribusi pupuk subsidi akan mencukupi kebutuhan petani yang mengelola lahan seluas 70.608 hektare.
“Pupuk akan didistribusikan bertahap berdasarkan usulan dari kelompok tani yang sudah terdaftar dalam database pemerintah,” jelas Fadli, Minggu (5/1/2025).
Ia mengingatkan bahwa petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi wajib mengajukan permohonan melalui aplikasi ERDKK dan terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Baca Juga : Pemkab Gowa Gaspol Swasembada Pangan, Petani Bontomarannu Tak Lagi Sewa Traktor
“Jika ada yang kesulitan mendapatkan pupuk, kami akan cek administrasinya. Apakah mereka sudah memasukkan usulan lewat aplikasi ERDKK atau belum. Pupuk subsidi hanya untuk petani yang terdaftar,” tegas Fadli.
Fadli, yang juga dikenal sebagai mantan Camat Turikale dan eks Kepala BPBD Kabupaten Maros, menekankan pentingnya ketertiban administrasi untuk menghindari kendala dalam distribusi.
Saat ini, tercatat ada 41.635 petani di Maros yang diharapkan bisa lebih disiplin dalam pengajuan kebutuhan pupuk melalui sistem yang telah disediakan.
Baca Juga : 247 Unit Alsintan Disalurkan, Bupati Luwu Timur Apresiasi Dedikasi Petani
Dengan kuota yang berkurang, pengelolaan distribusi pupuk subsidi tahun ini akan menjadi tantangan tersendiri. Petani Maros kini diharapkan tidak hanya bekerja keras di ladang, tetapi juga lebih cermat dalam melengkapi syarat administrasi demi memastikan kebutuhan pupuk mereka terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




