Kamis, 16 Januari 2025 21:06

Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. @Jejakfakta/Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. @Jejakfakta/Foto: Istimewa

Kesepakatan gencatan senjata ini diumumkan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, pada Rabu (15/01/2025) di Doha.

Jejakfakta.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kelompok perlawanan Palestina, Hamas, dan Israel di Jalur Gaza. Langkah ini dipandang sebagai momentum berharga untuk menciptakan perdamaian yang lebih kokoh di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan harapannya agar kedua pihak konsisten memenuhi komitmen masing-masing demi terciptanya suasana kondusif dan mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

"Semoga seluruh pihak benar-benar menjalankan kewajiban mereka, sehingga tercipta suasana yang mendukung keberlanjutan gencatan senjata ini. Ini adalah langkah positif yang harus dijaga," ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (16/01/2025).

Baca Juga : Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah Bersama Mantan Dubes, Dampaknya ke Ekonomi Global dan Peran Diplomasi Indonesia

Sugiono juga menyampaikan dukungan aktif Indonesia terhadap proses pemulihan di Gaza. Melalui akun media sosialnya, @Menlu_RI, ia menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi melalui bantuan kemanusiaan, dukungan kepada UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina), dan rekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat konflik.

Peran Diplomasi Internasional

Kesepakatan gencatan senjata ini diumumkan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, pada Rabu (15/01/2025) di Doha. Langkah tersebut merupakan hasil mediasi intensif Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, yang berhasil membawa Hamas dan Israel mencapai kesepakatan.

Baca Juga : Jusuf Kalla Soroti Peran BoP, Dukungan Negara Islam Harus Berujung pada Pengakuan Palestina

Tahapan awal gencatan senjata, yang akan berlaku mulai Minggu (19/01/2025), mencakup penghentian agresi Israel, pembebasan sandera, serta penarikan pasukan Israel dari kawasan padat penduduk di Gaza. Hal ini diharapkan memungkinkan para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka setelah lebih dari 15 bulan konflik berkepanjangan.

Pemerintah Indonesia memandang langkah ini sebagai bagian dari upaya bersama komunitas internasional untuk menghentikan penderitaan rakyat Gaza. Sugiono menekankan pentingnya kerjasama global untuk memastikan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Laporan dari Xinhua menyebutkan, gencatan senjata ini memberikan harapan baru bagi warga Gaza yang telah menghadapi penderitaan luar biasa akibat konflik. Dengan dukungan dunia internasional, momentum ini diharapkan menjadi awal pemulihan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#gencatan senjata #Palestina #Israel #Jalur Gaza #perdamaian
Youtube Jejakfakta.com