Sabtu, 01 Februari 2025 23:01

Uang Palsu Masih Beredar di Gowa, Warung Kelontong Jadi Korban

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Ibu Zaki pemilik warung kelontong di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, jadi korban peredaran uang palsu. @Jejakfakta/Samsir
Ibu Zaki pemilik warung kelontong di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, jadi korban peredaran uang palsu. @Jejakfakta/Samsir

Uang palsu yang diterimanya itu terdapat perbedaan pada hologram benang pengaman, didalamnya tidak terdapat angka nominal tulisan kecil seperti uang asli.

Jejakfakta.com, GOWA - Kasus peredaran uang palsu kembali terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kali ini, seorang pedagang warung kelontong bernama Ibu Zaki menjadi korban.

Warung kelontong milik Ibu Zaki terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ia baru menyadari telah menerima uang palsu saat hendak berbelanja stok barang campuran pada Jumat, 31 Januari 2025.

“Kemarin itu didapat hari Jumat. Saya tidak tahu orangnya siapa, saya juga tidak tahu siapa yang melayani pembeli itu, apakah suami saya atau mama saya,” ujar Ibu Zaki, Sabtu (1/2/2025).

Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan

Menurutnya, uang pecahan Rp100 ribu yang diterimanya memiliki perbedaan mencolok pada bagian hologram benang pengaman. Tidak terdapat tulisan kecil berupa angka nominal seperti yang biasa ditemukan pada uang asli.

“Saya perhatikan, tidak ada tulisan kecil di benang pengamannya. Kalau yang asli, ada tulisan kecil angka 100 untuk pecahan Rp100 ribu, dan angka 50 untuk uang pecahan Rp50 ribu,” jelasnya.

Ibu Zaki juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama ia menerima uang palsu di warungnya. Sebelumnya, ia pernah mendapati uang serupa sebelum kasus produksi uang palsu di lingkungan Kampus UIN Alauddin Makassar mencuat ke publik.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati

“Pernah juga dapat sebelumnya, tapi itu sebelum ada berita uang palsu yang viral di kampus,” tambahnya.

Saat ini, uang palsu tersebut disimpan oleh suaminya sebagai barang bukti. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memeriksa keaslian uang yang diterima, terutama di tempat usaha kecil seperti warung kelontong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#uang palsu #warung kelontong #Kabupaten Gowa
Youtube Jejakfakta.com