Tahukah kamu daerah paling kecil dari 24 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan? Daerah tersebut hanya punya luasan 0,21% dibanding total keseluruhan Sulsel. Sehingga luasnya tidak cukup 100 kilometer persegi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Sulsel terdiri dari 21 kabupaten dan Tiga kota. Tiga kota tersebut, yaitu Kota Makassar yang jadi ibu kota provinsi, lalu Kota Parepare dan Kota Palopo.

Dan ternyata ketiga kota tersebut memiliki luas wilayah tersempit di Sulsel. Jika digabung keseluruhannya hanya memiliki persentase 1,1% dari luas provinsi.
Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis
Luas Kota Makassar 199,36 km persegi atau hanya 0,43% dari luas Sulsel. Lalu Kota Palopo 252,99 km persegi (0,54%), dan Kota Parepare 99,33 km persegi (0,21%).
Sudah bisa menyimpulkan daerah dengan terkecil di Sulsel? Ya, Kota Parepare adalah daerah terkecil di provinsi ini.
Dikutip dari laman pareparekota.go.id, Kota Parepare ternyata dahulu hanya semak belukar yang berselang-seling ada lubang-lubang tanah tempat tumbuhnya semak belukar itu.
Baca Juga : Dari 75 Ribu Desa di Indonesia, Pakatto Gowa Masuk 12 Desa Piloting LKPP RI
Penamaan Parepare yang merupakan kota kelahiran Presiden RI ke-3 BJ Habibie, diberikan sejak zaman kerajaan sekitar abad XIV.
Dalam cerita Lontara Kerajaan Suppa, anak dari Raja Suppa meninggalkan istananya dan pergi ke selatan untuk membangun wilayah sendiri di tepian pantai karena punya hobi memancing.
Wilayah itu kemudian dikenal sebagai kerajaan Soreang. Lalu ada satu lagi kerajaan yang berdiri sekitar abad XV yaitu Kerajaan Bacukiki.
Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg Bonto Karaeng Tonapaalangga (1547-1566) berjalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang.
Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan tersebut dan spontan menyebut Bajiki Ni Pare, yang artinya “Baik dibuat pelabuhan Kawasan ini”.
Sejak itu, nama Parepare melekat sebagai Kota Pelabuhan. Parepare akhirnya ramai dikunjungi termasuk orang-orang melayu yang datang berdagang ke kawasan Suppa.
Baca Juga : Disdukcapil Gowa Cetak Sejarah, Pertama di Sulsel Raih ISO 27001 untuk Keamanan Data Warga
Sekarang, Kota Parepare merupakan salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan yang hari jadinya ditetapkan pada 17 Februari 1960. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




