Jejakfakta.com, MAKASSAR - Iwan Asaad, mantan Sekretaris Daerah Kota Parepare periode 2018-2023, kini resmi menyandang gelar Doktor (S-3) setelah berhasil mempertahankan disertasi di program doktoral Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin Makassar.
Prosesi Yudisium dan Promosi Doktor yang berlangsung pada Senin (17/2/2024) di Ruangan Prof. Syukur Abdullah, Fisip Unhas, Tamalanrea, Makassar ini menandai puncak perjalanan akademik Iwan setelah bertahun-tahun menempuh studi.

Disertasinya berjudul “Strategi Komunikasi dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Smart Tourism di Sulawesi Selatan”, yang berhasil menarik perhatian dewan penguji. Dalam sidang terbuka tersebut, Iwan memaparkan strategi komunikasi yang dapat mendorong perkembangan desa wisata, dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta kearifan lokal sebagai fondasi penting.
Baca Juga : Siaga El Nino, BPBD Gowa Perkuat Koordinasi Cegah Krisis Air hingga Karhutla
Dipandu oleh promotor terkemuka, seperti Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., Dr. Muliadi Mau, S.Sos., M.Si., dan Dr. Moehammad Iqbal Sultan, M.Si., serta penguji-penguji terkemuka seperti Prof. Dr. Hafied Cangara dan Prof. Dr. Nurliah Nurdin, Iwan berhasil menguraikan tantangan dan potensi dalam mengintegrasikan smart tourism dengan budaya lokal serta peran aktif masyarakat.
Menurut Iwan, penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi komunikasi digital yang berbasis pada kearifan lokal dapat memperkuat pengelolaan desa wisata dan menciptakan sektor pariwisata yang lebih inklusif dan berbasis data.
"Kombinasi teknologi, budaya, dan keterlibatan komunitas dapat menghasilkan pengelolaan Desa Wisata yang lebih relevan dengan era digital saat ini," ujar Iwan.
Baca Juga : Sinergi Pemkot Makassar–ATR/BPN–KPK, Munafri Dorong Reformasi Pertanahan Bersih dan Transparan
Sebagai alumni STPDN tahun 1993-1997, Iwan menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya ini. Baginya, gelar doktor bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai komitmennya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat desa.
"Ini bukan akhir dari proses, tapi awal dari tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi pengembangan desa-desa wisata yang berpotensi besar," tutup Iwan.
Perjalanan Iwan Asaad ini menginspirasi, bahwa pendidikan dan penelitian tidak hanya untuk pencapaian akademik, tetapi juga dapat menjadi alat untuk mengubah dan memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




