Selasa, 04 Maret 2025 03:44

Hangatnya Ramadan di Balik Jeruji: Warga Binaan Rutan Makassar Berbuka dengan Kolak

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Warga binaan Rutan Kelas I Makassar menikmati manisnya kolak sebagai menu berbuka puasa. @Jejakfakta/Istimewa
Warga binaan Rutan Kelas I Makassar menikmati manisnya kolak sebagai menu berbuka puasa. @Jejakfakta/Istimewa

Setiap malam, blok yang mendapat giliran bisa melaksanakan salat tarawih di Masjid Nurul Iman Rutan Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Suasana Ramadan tetap terasa hangat di Rutan Kelas I Makassar, meski para warga binaan harus menjalani ibadah di balik jeruji besi. Demi menghadirkan nuansa kebersamaan, pihak rutan menyuguhkan takjil khas Makassar, atau yang dikenal sebagai pabbuka, untuk menemani mereka berbuka puasa.

Di tengah keterbatasan anggaran, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, berupaya menghadirkan menu berbuka yang sederhana namun penuh makna. Pada Senin (3/3), para warga binaan menikmati manisnya kolak sebagai menu berbuka puasa.

"Hari ini kita siapkan pabbuka kolak, semoga ini bisa sedikit mengobati kerinduan mereka terhadap suasana berbuka di rumah. Ramadan seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan dan kebahagiaan, meski mereka berada di dalam rutan," ujar Jayadi.

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Forkopimda Demi Stabilitas Layanan Publik Makassar

Pembagian takjil dilakukan pukul 16.30 WITA oleh petugas dapur, yang langsung mengantarkannya ke setiap blok hunian dengan pengawasan ketat. Proses ini berlangsung dengan aman dan tertib.

Tak hanya berbuka, kebutuhan sahur juga dipastikan terpenuhi. Makanan sahur dibagikan pada pukul 02.00 dini hari sesuai daftar menu yang telah disusun untuk periode 10 hari.

Jaga Toleransi dan Perkuat Keimanan

Baca Juga : Buka Puasa Alumni SMADA, Wali Kota Makassar Ajak Perkuat Kontribusi untuk Kemajuan Sekolah

Selain memastikan kebutuhan berbuka dan sahur, pihak Rutan Makassar juga menjaga kerukunan antar warga binaan. Jayadi menegaskan bahwa bagi yang beragama non-Muslim, mereka ditempatkan dalam satu kamar di setiap blok agar tidak saling mengganggu dalam beribadah.

"Kami ingin Ramadan ini tetap berjalan dengan damai, sehingga toleransi antar warga binaan terus terjaga," ungkapnya.

Untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, pihak rutan juga mengadakan pesantren kilat dengan menggandeng lembaga dakwah. Kegiatan ini berfokus pada kajian fiqih Islam, termasuk tata cara wudu, salat, serta sesi tanya jawab bagi warga binaan yang ingin memahami lebih dalam tentang ajaran Islam.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama Pemkot–IKAPTK, Wali Kota Tekankan Integritas dan Kolaborasi ASN

Dalam pelaksanaan salat tarawih, Rutan Makassar menerapkan sistem giliran. Setiap malam, blok yang mendapat giliran bisa melaksanakan salat tarawih di Masjid Nurul Iman Rutan Makassar, sementara yang lainnya menjalankan ibadah di kamar masing-masing. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an.

Harapan Baru: Remisi Idul Fitri

Di tengah suasana Ramadan, harapan besar juga muncul bagi warga binaan yang berhak mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Makassar, Angga Satrya, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan usulan remisi ini.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama ASITA Sulsel, Aliyah Mustika Ilham Dorong Sinergi Pariwisata Makassar

"Syaratnya, warga binaan harus sudah mendapat vonis dengan bukti petikan putusan, menjalani minimal enam bulan masa pidana, dan memiliki catatan berkelakuan baik," jelasnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Ramadan di Rutan Makassar tetap menghadirkan kehangatan dan harapan bagi para warga binaan. Meski jauh dari keluarga, semangat kebersamaan tetap terjaga dalam suasana penuh keberkahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Rutan Kelas I Makassar #warga binaan #Ramadan #buka puasa
Youtube Jejakfakta.com