Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kehadiran dua ulama ternama dari Al-Azhar Kairo, Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla (Qori) dan Hamdy Fetyan Ahmad El Syeikh Aly (Dai), menandai dimulainya safari Ramadan di Sulawesi Selatan.
Kedua tokoh ini didatangkan melalui kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), serta Majelis Hukama Muslimin (MHM), untuk menyebarkan syiar Islam selama bulan suci.

Penyambutan kedua utusan ini dilakukan dengan penuh khidmat oleh Ketua Yayasan Masjid Raya Makassar, Dr. H. Baharuddin HS, MA, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulsel, Prof. H. Ali Yafid, yang mengapresiasi kehadiran mereka.
Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis
Hari ini, Selasa (5/3/2025), mereka memulai tugasnya dengan memimpin salat Tarawih dan memberikan ceramah di Masjid Raya Makassar, yang dihadiri ratusan jamaah.
Sebagai seorang Qori, Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla, bersama Dai Hamdy Fetyan Ahmad El Syeikh Aly, yang juga seorang ahli Al-Quran dan Hadis, tampil perdana di hadapan masyarakat Makassar, didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Sulsel, H. Abd. Gaffar, dan jajarannya.
Program Kerja Sama dengan Al-Azhar
Baca Juga : Tren Nikah Melejit di Sulsel: 168 Pasangan Daftar dalam 4 Hari
Kakanwil Kemenag Sulsel, Prof. H. Ali Yafid, menjelaskan bahwa program pengiriman dai dari Al-Azhar ini merupakan bagian dari kerja sama tahunan antara Kemenag, MHM, dan Al-Azhar. Setiap Ramadan, Kemenag mengirimkan para dai ke berbagai negara yang dianggap strategis untuk memperkuat hubungan dan pemahaman antarumat Islam.
Indonesia, menurut Grand Syekh Al-Azhar, menjadi negara yang paling penting karena keberagaman umat Islam yang ada di sini. "Para dai juga belajar dari pengalaman umat Islam di Indonesia dan menjadikannya inspirasi di negara mereka," ujar Ali Yafid.
Selain di Makassar, Ahmed Attia dan Hamdy Fetyan juga akan melanjutkan safari dakwah mereka ke beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk Masjid Agung di Maros, Pangkep, Parepare, Sidrap, Wajo, Bone, dan Gowa.
Baca Juga : Tarawih Ramadan di Barrang Lompo, Wali Kota Munafri Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Pro Rakyat
Dalam setiap kunjungan, mereka akan memimpin salat Tarawih, memberikan ceramah, dan dalam beberapa kesempatan, juga menjadi khatib saat salat Jumat.
Berikut adalah jadwal safari mereka:
- 4 Maret 2025: Masjid Raya Makassar – Ceramah dan Imam Tarawih
- 5 Maret 2025: Masjid Agung Maros – Ceramah dan Imam Tarawih
- 6 Maret 2025: Masjid Agung Pangkep – Ceramah dan Imam Tarawih
- 7 Maret 2025: Masjid Agung Parepare – Khatib dan Imam Sholat Jumat & Tarawih
- 8 Maret 2025: Masjid Agung Sidrap – Ceramah dan Imam Tarawih
- 9 Maret 2025: Masjid Agung Ummul Quraa Wajo – Ceramah dan Imam Tarawih
- 10 Maret 2025: Masjid Agung Bone – Ceramah dan Imam Tarawih
- 11 Maret 2025: Al Markaz Al Islami Makassar – Ceramah dan Imam Tarawih
- 12 Maret 2025: Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa – Ceramah dan Imam Tarawih
- 13 Maret 2025: Masjid Al Ikhlas Kanwil Kemenag Sulsel – Kultum dan Sholat Dhuhur
Kakanwil Kemenag Sulsel menegaskan bahwa para ulama Al-Azhar membawa pandangan keagamaan yang sejalan dengan budaya Islam di Indonesia.
Baca Juga : Momentum Ramadan, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dan Kepedulian
"Tradisi keberagamaan kita yang moderat sangat cocok dengan ajaran yang dibawa oleh para ulama Al-Azhar," ungkap Ali Yafid. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan keagamaan yang damai dan inklusif, menghindari paham-paham yang terlalu ekstrem.
Selain itu, Kakanwil juga berbagi tentang program "Asta Aksi" yang tengah digagas Kemenag Sulsel, yang berfokus pada ekoteologi dan penyelamatan lingkungan. Salah satu inisiatif penting adalah menciptakan rumah ibadah yang ramah difabel, serta kurikulum berbasis cinta kepada agama yang sejalan dengan semangat Ramadan.
Kabid Urais Kemenag Sulsel, H. Abd. Gaffar, menyambut gembira penugasan dai dari Al-Azhar Kairo di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Hadiri Tarawih di Masjid Raya, Munafri: Silakan Takbir, Tapi Jangan Konvoi dan Nyalakan Petasan
"Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Kehadiran dai dari Al-Azhar sangat dinantikan oleh masyarakat Sulsel, baik oleh pemerintah maupun oleh jamaah di seluruh daerah," ujar Abd. Gaffar, yang juga menyampaikan bahwa mereka akan mendampingi kedua utusan Al-Azhar tersebut hingga 14 Maret 2025.
Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga membawa keberkahan dan kedamaian bagi umat Islam di Sulawesi Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




