Kamis, 29 Desember 2022 13:47

Nirwana Selle, Pekerja Asal Pinrang Tewas Dalam Kabin Crane PT GNI Morowali

Editor : Nurdin Amir
Foto: Media Sosial Nirwana Selle
Foto: Media Sosial Nirwana Selle

Peristiwa itu diawali dengan ledakan di tungku smelter 2 PT GNI saat Nirwana sedang mengoperasikan hoist crane.

Jejakfakta.com, Morowali Utara - Nirwana Selle warga Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan meninggal dunia dalam musibah kecelakaan kerja yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Nirwana Selle meninggal mengenaskan dalam kabin crane yang dioperasikan dirinya dan satu rekannya, I Made Defri Hari Jonathan pada Kamis (22/12/2022) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa itu diawali dengan ledakan di tungku smelter 2 PT GNI saat Nirwana sedang mengoperasikan hoist crane.

Baca Juga : Ciptakan Budaya Bersih, MAN Pinrang Laksanakan Program Gerakan Indonesia ASRI

Nirwana dikenal aktif di media sosial karena selalu membagikan aktivitasnya saat bekerja menjadi operator crane. Bahkan akun Tiktok Nirwana mempunyai pengikut dan like ratusan ribu.

Ibunda Nirwana Selle, Darna mengatakan jika anaknya itu sudah 15 bulan kerja di PT GNI.

"Anak saya sudah 15 bulan kerja di PT GNI. Tapi, sebelumnya itu dia sempat menunggu di sana selama satu tahun sebelum kerja. Setelah satu tahun menunggu itu baru ada panggilan kerja," kata Darna, Rabu (28/12/2022), dikutip dari kompas.com.

Baca Juga : Pegawai Bank Plat Merah di Pinrang Diduga Gelapkan Dana Kredit Pensiunan Rp 2,9 Miliar

Darna menuturkan, Nirwana merantau ke Morowal setelah lulus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Lulus SMK itu, dia bilang ke saya kalau mau langsung kerja di Morowali. Padahal saya bilang, kuliah saja di Parepare. Tapi, anaknya memang mau langsung bekerja usai lulus SMK," tuturnya.

Semangat Nirwana untuk kerja di Morowali semakin menggebu-gebu ketika ia mendapat informasi ada perusahaan baru yang terbuka.

Baca Juga : Nahas! Imam Masjid di Morowali Utara Ditikam Saat Pimpin Salat Subuh

"Anak saya semangat sekali pas ada yang kasi tahu kalau ada perusahaan baru di Morowali buka lowongan pekerjaan. Jadi, kami izinkan dia ke sana," tuturnya.

Nirwana pun berangkat bersama tiga teman lainnya. Namun, karena belum ada panggilan kerja, tiga teman lainnya mundur dan pulang kampung.

"Sisa anak saya yang bertahan. Jadi dia sempat menunggu satu tahun di Morowali untuk tunggu panggilan kerja di PT GNI," sebutnya.

Baca Juga : Pekerja Perusahaan Nikel PT ITSS di Morowali Tewas Tertimpa Gulungan Baja

Selama setahun menunggu itu, Nirwana tinggal di rumah keluarga.

"Saya punya besan di sana. Selama satu tahun menunggu panggilan kerja itu, Nirwana bantu-bantu jualan bakso. Sembarang dia kerja," tuturnya.

Setelah menunggu selama satu tahun, akhirnya Nirwana mendapat panggilan kerja di PT GNI.

Baca Juga : Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Morowali, Trend Asia: Keselamatan Buruh Tergadai Murah

"Dia ditanya apakah sanggup bekerja di operator crane. Anak saya bilang sanggup. Meskipun anak saya tidak punya pengalaman menjadi operator crane. Nanti di sana baru belajar," bebernya.

Kemauan Nirwana bekerja di Morowali, kata Darna, bukan karena diiming-imingi gaji tinggi.

"Bukan karena gaji tinggi. Alasannya kerja di Morowali karena memang dia mau kerja di sana. Nanti dia baru tahu gajinya sekian, setelah kerja di sana. Memang anaknya pekerja keras," terangnya.

Darna pun mengaku, kepergian anaknya itu sudah ia ikhlaskan.

"Sudah ikhlas. Semoga anak saya diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Diterima amal dan kebaikannya," imbuhnya.

Jenazah Nirwana tiba di Kabupaten Pinrang pada Sabtu (24/12/2022) dan langsung dimakamkan di TPU terdekat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Nirwana Selle #Pinrang #Kecelakaan Kerja #PT GNI #Morowali Utara
Youtube Jejakfakta.com