Jejakfakta.com, MAKASSAR - Khalil Gibran (37), pelaku yang menculik dan merudapaksa anak yang masih berumur 12 tahun di Kota Makassar, ternyata ditengarai juga kerap melancarkan aksinya pada seekor anjing yang dipeliharanya.
Hal tersebut terungkap saat ia dihadirkan dalam konferensi pers di Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Senin (14/4/2025). Pelaku ditengerai terpengaruh film porno yang mengakibatkan perilakunya mengalami penyimpanan orientasi seksual.

"Kebiasaan menonton film porno, sehingga sering berfantasi seksual. Berdasarkan pengakuannya, pelaku pernah menyetubuhi anjing peliharaannya," jelas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana.
Baca Juga : IRT Terlilit Utang Nekat Bakar Toko di Makassar, Emas Rp2 Miliar Nyaris Dicuri
Dugaan tersebut menguat, kata Arya, sebab pelaku saat ini telah berkeluarga dan memiliki duan anak perempuan. Dengan kata lain, pelaku tersebut diduga kuat telah terpengaruh dengan adanya film porno yang dia tonton.
"Film porno, ada adegan sesama dewasa, sesama jenis, dengan anak kecil, bahkan dengan hewan. Itu memengaruhi perilakunya," tambahnya.
Kini, pelaku ditahan di Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dikenakan UUD tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 serta denda maksimal Rp 5 miliar.
Baca Juga : Perempuan Berdaya Jadi Motor Ekonomi, Expo UMKM Perempuan Dorong Luwu Timur Lebih Sejahtera
Sebelumnya diberitakan seorang pria bernama Khalil Gibran (37) ditangkap polisi usai diduga kuat telah melakukan penyekapan dan rudapaksa terhadap anak berumur 12 tahun di Kota Makassar.
Kini ia ditahan di Polrestabes Makassar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia dikenakan UUD tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 serta denda maksimal Rp 5 miliar.
Gibran disebutkan melancarkan aksinya pada Rabu, 9 April 2025 lalu. Saat itu, korban sedang berjualan kerupuk di pinggir jalan, lalu dihampiri oleh pelakupelaku dengan bujukkan akan dibelikan baju serta beras.
Baca Juga : Alarm Sosial 2025: DPPPA Makassar Tangani 1.222 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Korban yang merasa tidak akan terjadi apa-apa mengiyakan bujukkan pelaku. Pelaku kemudian membawah korban ke kosnya di salah satu wilayah di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Dan pelaku kemudian melancarkan aksi bejat tersebut.
"Korban berteriak ingin keluar dari (kost tersebut). Namun, karena berteriak-teriak terus, pelaku memukul kepala korban dan dibenturkan ke tembok,” jelas Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, Senin (14/4/2025).
Akibat dari perbuatan pelaku, korban yang masih dibawah umur tersebut terpaksa harus menjalani perawatan medis di rumah sakit akibatnya adanya rasa sakit yang terjadi pada alat kelaminnya.
Baca Juga : Aini Endis Anrika Wakili Bupati Luwu Timur Buka Sosialisasi Pola Pengasuhan Anak Non-Kekerasan
"Pelaku melakukan aksi bejatnya karena sering menonton film porno, padahal pelaku memiliki dua orang anak,” tandas Arya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




