Kamis, 22 Mei 2025 18:32

Kementerian PU Dorong Makassar Segera Manfaatkan Program ISWMP Atasi Krisis Sampah

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik program ISWMP untuk pengelolaan sampah berkelanjutan, di Makassar. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik program ISWMP untuk pengelolaan sampah berkelanjutan, di Makassar. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Volume sampah di Makassar mencapai 1.000 ton per hari. Dan pentingnya membentuk pola pengelolaan yang terpadu dan berkelanjutan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk segera memanfaatkan program Indonesia Sustainable Waste Management Program (ISWMP), sebuah inisiatif strategis nasional untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dorongan ini disampaikan oleh Komang Raka dari Tim Pemantau dan Evaluasi Proyek Strategis Kementerian PU, dalam paparan proyek yang digelar di Kantor Wali Kota Makassar, Kamis (22/5/2025). Ia menyebut, program ISWMP telah lama berjalan dan sudah diimplementasikan di sejumlah daerah seperti Depok, Bandung, Indramayu, Bali, dan Padang. Namun, Makassar belum memanfaatkannya secara optimal.

“Di Kementerian sendiri ada program yang sebenarnya sudah berjalan sejak lama, tapi belum tersentuh. Padahal ini diperuntukkan bagi kota-kota besar,” ujar Komang Raka.

Baca Juga : Makassar Tembus Kategori Tertinggi EPPD, Munafri Sebut Penghargaan Kemendagri Buah Kolaborasi Besar

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah dalam program ISWMP dirancang mampu menangani minimal 100 ton sampah per hari dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar. Pemerintah pusat, kata dia, masih menunggu kesiapan dari Pemkot Makassar untuk mulai mengakses program ini.

“Kami menunggu kesiapan dari pemerintah Makassar. Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah untuk meninjau kondisi di lapangan,” ujarnya.

Program ISWMP menawarkan fleksibilitas dalam pemilihan teknologi, mulai dari pengolahan menjadi briket, bahan bakar minyak, hingga daur ulang. Bahkan, secara teknis, residu pengolahan dapat ditekan hingga nol persen. Namun, batas maksimum residu ditetapkan 12 persen untuk mengantisipasi limbah B3 atau medis.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Apel Siaga di HKBN 2026, BPBD Luncurkan Program SALAMA untuk Edukasi Anak

Selain efisiensi pengolahan, program ini juga mengedepankan prinsip circular economy, yakni pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi.

Makassar Hadapi Darurat Sampah

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik ajakan pemerintah pusat. Ia menyebut bahwa kondisi TPA saat ini mengalami penumpukan yang sangat tinggi dan menimbulkan potensi bahaya seperti kebakaran.

Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Pemkot Siapkan Perayaan Buruh Aman dan Inklusif

“Yang bisa meredam kondisi saat ini adalah bagaimana proses penumpukan di TPA bisa dikelola secara efektif. Apalagi adanya program ini,” kata Munafri.

Ia juga mengungkapkan bahwa delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Makassar saat ini dalam kondisi rusak, dan sejumlah TPS (Tempat Penampungan Sementara) justru menjadi sumber masalah baru.

Terkait program Waste to Energy (WTE), Munafri menyatakan pihaknya tengah menunggu kejelasan dari pemerintah pusat. Ia bahkan berencana menemui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membahas kelanjutan proyek tersebut.

Baca Juga : Konjen Jepang Puji Munafri, Makassar Jadi Satu-satunya Wakil Sulsel Raih Kinerja Pemerintahan Terbaik Nasional

Pembangunan pabrik pengolahan sampah, menurutnya, juga membutuhkan lokasi strategis yang dekat dengan sumber air dan gardu induk listrik. Proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan energi hingga 20 megawatt, namun masih menunggu regulasi harga jual beli listrik yang baru.

“Kalau PPA sudah diteken, maka tidak ada jalan lain. Tapi kalau belum, kami akan menegosiasikan ulang agar proyek tetap relevan dengan kondisi daerah,” tegasnya.

Saat ini, volume sampah di Makassar mencapai 1.000 ton per hari. Oleh karena itu, Munafri menilai pentingnya membentuk pola pengelolaan yang terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga : Makassar Gandeng Jepang, Kolaborasi Strategis Fokus Atasi Sampah hingga Pertukaran Pelajar

“Dengan hadirnya Pak Komang dari Kementerian PU, kita berharap bisa merumuskan pola pembangunan TPA yang tepat bagi Makassar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Bersih #pengelolaan sampah #Kementerian PU #TPA Makassar #krisis sampah #Munafri Arifuddin #Sampah Makassar #Lingkungan HIdup #Waste Management
Youtube Jejakfakta.com