Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmennya mendukung pengembangan industri kreatif di Kota Makassar, khususnya di bidang perfilman lokal. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi tim produksi Anak Lorong The Movie di Balai Kota Makassar, Senin (27/5/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pelaku industri kreatif dari Indora Global, Rumah Semut Film, dan DFI. Mereka memaparkan rencana produksi film yang mengangkat kisah masyarakat lorong Makassar dari perspektif budaya dan perjuangan hidup di tengah kota.

“Kami sangat mendukung industri kreatif di Makassar. Banyak spot menarik yang bisa dimanfaatkan untuk syuting. Ini momentum untuk mengangkat keunikan Kota Makassar,” ujar Munafri.
Baca Juga : HUT ke-69 Kodam Hasanuddin, Munafri Tegaskan Kolaborasi TNI dan Pemda Kunci Pembangunan Makassar
Ia menambahkan, pemerintah kota siap mendorong pemanfaatan potensi lokal demi menumbuhkan ekonomi kreatif. “Kita ingin kembangkan potensi, terutama ide dan gagasan kreatif. Semua perlu berjalan bersama untuk membangun kota,” lanjutnya.
Film Anak Lorong The Movie dirancang sebagai proyek budaya yang memadukan nilai-nilai lokal dengan sentuhan sinematik. Inisiator film, Fachrul Muchksen, menjelaskan bahwa film ini akan merepresentasikan perjuangan warga lorong dalam menghadapi tantangan kehidupan urban.
“Film ini menunjukkan bagaimana masyarakat Makassar bertahan dan berkembang di tengah kerasnya kehidupan perkotaan. Dari lorong, kita ceritakan semangat dan budaya,” ungkap Fachrul.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri Ajak Warga Makassar Jaga Harmoni dan Perkuat Persatuan
Film ini juga dipandang memiliki potensi besar untuk menarik perhatian Kementerian Kebudayaan karena kuatnya unsur narasi lokal. Judul “The Movie” digunakan sebagai penanda adaptasi layar lebar yang dikemas secara profesional.
Menariknya, tim produksi film tergabung dalam Koperasi Merah Putih, yang selaras dengan program penguatan ekonomi kerakyatan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Fachrul menegaskan bahwa Makassar telah berkembang menjadi pusat perfilman Indonesia Timur sejak kesuksesan film Uang Panai pada 2016. “Setiap tahun ada sekitar 7-8 ribu kegiatan perfilman terkait Makassar. Bahkan hampir semua produser nasional kini bermitra dengan tokoh-tokoh lokal, termasuk Pak Appi (sapaan akrab Munafri),” katanya.
Baca Juga : Hadiri Sannipata Waisak, Munafri Tegaskan Makassar Rumah Bersama dan Benteng Toleransi di Tengah Keberagaman
Dalam proses produksi, film ini akan melibatkan tokoh masyarakat seperti Mathias Muchus sebagai Ketua RW, dan diaspora Makassar dari London. Beberapa unsur budaya lokal seperti tari Makkareso juga akan menjadi bagian dari elemen cerita.
Tim produksi menyampaikan rencana syuting akan dimulai Oktober 2025 dan penayangan perdana dijadwalkan pada Juli 2026.
“Kami datang untuk meminta masukan dari pemerintah kota, agar cerita yang kami bangun benar-benar mencerminkan identitas Makassar,” tutup Fachrul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




