Rabu, 28 Mei 2025 20:29

Pelantikan Sekda Definitif, Pengamat Nilai Munafri-Aliyah Tunjukkan Komitmen terhadap Good Governance

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Pengamat pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto. @Jejakfakta/dok. Pribadi
Pengamat pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto. @Jejakfakta/dok. Pribadi

Zulkifly bukan hanya menyelesaikan kekosongan jabatan, tetapi menjadi titik tolak baru bagi arah pemerintahan kota.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi melantik Zulkifly Nanda sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, Rabu (28/5/2025). Pelantikan ini dinilai sebagai bukti komitmen pemerintah kota dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

Setelah lebih dari satu tahun posisi Sekda diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dan penjabat (Pj), pelantikan Sekda definitif menjadi langkah penting bagi efektivitas dan konsistensi roda pemerintahan di Kota Makassar.

Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan, seluruh proses seleksi telah dilakukan secara terbuka dan sesuai regulasi.

Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar

“Proses ini dilakukan secara transparan, akuntabel, dan objektif, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara akhir. Hasilnya sepenuhnya merupakan keputusan Tim Seleksi independen,” ujarnya dalam sambutan pelantikan di Balai Kota Makassar.

Munafri menyebut pengisian jabatan Sekda adalah upaya strategis untuk memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta mempercepat implementasi kebijakan.

Pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, menilai pelantikan Zulkifly bukan hanya menyelesaikan kekosongan jabatan, tetapi menjadi titik tolak baru bagi arah pemerintahan kota.

Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

“Ini entry point penting untuk konsolidasi birokrasi dan realisasi janji kampanye secara konkret dan terukur,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Sekda dalam memimpin konsolidasi internal dan menjaga stabilitas birokrasi pasca-Pilkada. “Sekda tidak hanya berperan normatif, tetapi juga harus menyatukan kepentingan dan meredam ego sektoral agar birokrasi menjadi alat pelayanan, bukan ajang kontestasi,” tegasnya.

Walau tak menutup mata pada kemungkinan muatan politis dalam prosesnya, Andi Luhur menggarisbawahi bahwa selama Sekda menunjukkan kinerja profesional dan inklusif, dukungan publik tetap akan mengalir.

Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan

Pelantikan Zulkifly pun dinilai sebagai simbol rekonsiliasi birokrasi dan momentum pembaruan pemerintahan. Dengan latar belakang panjang sebagai birokrat, publik berharap Sekda baru dapat menjembatani berbagai kepentingan dan membawa perubahan nyata dalam pembangunan kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#sekda makassar #Munafri Arifuddin #good governance #Pemerintah Kota Makassar #Zulkifly Nanda #Andi Luhur Prianto
Youtube Jejakfakta.com