Jelang 107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar, Legenda PSM Makassar (Part 1)
107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar dan Legendanya
Jejakfakta.com - Klub tertua di Indonesia, PSM Makassar memiliki sejarah yang panjang. Usianya yang telah menginjak satu abad telah melahirkan pemain-pemain sepakbola dengan nama besar. Inilah legenda sepakbola PSM Makassar, dan beberapa diantaranya pernah mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional :
1. Ramang, Mesin Gol
Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen
Bagi banyak generasi pecinta bola di Makassar saat ini, kehebatan Ramang adalah kisah ”wajib” yang diceritakan ayah, paman, atau kakek yang beruntung pernah menyaksikan langsung aksi sang legenda di Stadion Mattoangin, markas ”keramat” PSM. Saking sentralnya sosok itu, skuad PSM sejak era 1990-an pun mendapatkan tambahan julukan: ”Pasukan Ramang”.
Kisah Ramang bermula pada tahun 1947. Kala itu, Ramang baru berusia sekitar 19 tahun saat bergabung dengan PSM Makassar dari Persis (Persatuan Sepak Bola Indonesia Sulawesi), klub anggota PSM. Bakatnya terjaring dari kompetisi antarklub anggota PSM yang rutin digelar, tulis Mohamad Final Daeng di Harian Kompas memperingati satu abad PSM (2015).
Di klub kebanggaan warga Makassar dan Sulawesi Selatan itu, Ramang tumbuh dan menemukan ”panggung” besarnya di level nasional. Bersama pemain legendaris lainnya, seperti Suwardi Arland, Noorsalam, dan kiper Maulwi Saelan, Ramang membawa PSM ke jajaran klub elite yang disegani di Tanah Air pada era 1950-an. Sebelum gantung sepatu tahun 1968, ia telah menyumbangkan empat dari total enam gelar juara liga yang dikoleksi skuad berjuluk ”Juku Eja” (berarti ikan merah), yakni tahun 1957, 1959, 1965, dan 1966.
Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis
Dari seluruh perjalanan karier dan prestasinya selama 21 tahun, kiprah Ramang yang paling dikenang adalah saat ia membela tim Merah Putih pada Olimpiade Melbourne 1956. Kala itu, Indonesia sanggup menahan imbang tanpa gol tim raksasa sekaligus favorit juara, Uni Soviet. Penampilan fenomenal skuad 59 tahun lalu itu masih kerap menjadi rujukan orang saat membicarakan prestasi timnas. Permainan gemilang Ramang dalam partai tersebut juga secara khusus diulas FIFA dalam sebuah artikel di laman resminya pada 26 September 2012. Dalam tulisan yang didedikasikan untuk mengenang 25 tahun meninggalnya Ramang itu (1987-2012), FIFA memakai judul ”Orang Indonesia yang Menginspirasi Tahun 1950-an”.
2. Maulwi Saelan, Benteng Beton
Maulwi Saelan bukan hanya sekadar legenda sepakbola Makassar. Beliau juga seorang legenda sepakbola nasional yang tidak hanya piawai dalam bermain sepakbola, tetapi juga sebagai pengurus organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia. H. Maulwi Saelan merupakan Ketua Umum PSSI tahun 1964 sampai dengan tahun 1967. Bahkan dalam sisa hidupnya beliau masih aktif sebagai anggota Dewan Penasihat PSSI.
Maulwi Saelan pertama kali bergabung di klub sepakbola yang tak lain milik ayahnya sendirinya. Klub pertamanya tersebut bernama Main Oentoek Sport (MOS) di Makassar. Pada masa kecilnya, Maulwi Saelan mulai berlatih bukan sebagai kiper, melainkan sebagai striker. Di klub sepakbola milik sang ayah, para pemain mendapatkan penilaian tersendiri untuk dapat naik ke tingkat atau kelas yang lebih tinggi. Maulwi kecil sempat berhenti bermain sepakbola karena merasa gagal tidak pernah mampu menggapai tingkat tertinggi yaitu sebagai pemain kelas 1. Sampai pada akhirnya MOS membutuhkan kiper dan Maulwi mengikuti tes menjadi kiper yang akhirnya lulus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News