Selasa, 01 November 2022 16:34

Jelang 107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar, Legenda PSM Makassar (Part 1)

Editor : Agass
Create/Jejakfakta
Create/Jejakfakta

107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar dan Legendanya

Dikutip dari buku Sepakbola Indonesia Alat Perjuangan Bangsa, Maulwi Saelan terpilih sebagai kiper Makassar Football Bond (MF Bond) pada usia 17 tahun. Maulwi lalu masuk tentara TNI AD berpangkat letnan satu. Beberapa kali bergabung dengan Tim Nasional Indonesia pada Asian Games I di New Delhi, dan Olimpiade 1956 di Melbourne (mencatat sejarah menahan Rusia seri tanpa gol).  Penampilannya yang ciamik kala itu membuat media Rusia menyebutnya ‘Benteng Beton’.

Ketika bersekolah di Frater School Makassar, ia menonton film tentang Olimpiade Berlin pada tahun 1936. Jesse (James Cleveland) Owens seorang atlet kulit hitam Amerika Serikat tampil memukau dengan menggondol medali emas. Ketika itu Saelan kecil bercita-cita bisa tampil di ajang olimpiade. Lantaran dia gemar bermain bola, jelas yang dibayangkannya adalah bertanding dalam cabang olahraga ini (sepakbola) di olimpiade. Selain sepakbola, dia juga menyenangi olahraga lain seperti tenis.

Niatnya itu ternyata terwujud 20 tahun kemudian, saat dia berusia 30 tahun. Pada tanggal 17 November 1956, ia berdiri di bawah mistar gawang PSSI pada Olimpiade XVI di Melbourne, Australia. Ketika PSSI mencatat sejarah menahan kesebelasan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956, Maulwi tampil sebagai penjaga gawang kesebelasan nasional. Dia menjadi salah satu bintang yang berhasil menggagalkan tendangan pemain Soviet menggetarkan jala Indonesia. Pers asing menyebut Maulwi sebagai ‘benteng beton’ yang susah ditembus pemain Soviet.

3. Suwardi : Sering Omeli Ramang

(Foto/Phinisi.co)
(Foto/Phinisi.co)

Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen

Kehebatan dan kejayaan PSM tidak dapat dilepaskan dari peran tiga trio-nya yang sangat terkenal dan dahsyat di lapangan. Mereka itu, Ramang, Suwardi Arland, dan Noorsalam. Suwardi terkenal sebagai seorang pemain dengan kemampuan skill ball yang luar biasa. Kepiawaiannya menggoreng bola, membuat pemain lawan bisa pusing tujung keliling. Dia memang layak dikenang sebagai salah seorang bintang PSM se-angkatan Ramang.

Suwardi lahir di Pallime Kabupaten Bone tahun 1932. Ia tumbuh di tengah keluarga pecinta sepakbola dan layak disebut keluarga besar PSM Makassar. Tiga saudara Suwardi juga pernah berbuat untuk PSM. Sunar Arland (bek kiri PSM/PSSI), Soetar Arland (kiper PSM), dan Suarjo Arland (kiri luar).

Tidak sedikit jasa dan cerita yang disisakan Suwardi. Tapi di mata Sampara Dg Naba, juga mantan pemain PSM, sosok pendiam di luar lapangan itu bisa menjadi sangat garang di dalam lapangan. Dia pemain yang tenang di luar lapangan. Namun sangat “buas” jika sudah bermain bola. Apalagi kalau sudah mulai memainkan bola segitiga dalam format trio-nya yang sangat tersohor itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PSM Makassar #Ulang Tahun
Youtube Jejakfakta.com