Sejak 1954, Suwardi Arland menjadi salah satu legenda PSM. Ketenaran Ramang tidak bisa terlepas dari peran Suwardi. Hal yang paling kuat membuktikan itu adalah lahirnya julukan 'Trio PSM' bagi Ramang, Suwardi dan Noorsalam. Suwardi pemain tipikal keras. Padahal lelaki yang lahir 73 tahun lalu itu hanyalah seorang pendiam di luar lapangan. Di dalam lapangan, Suwardi pemain yang sangat serius. Saking seriusnya, Suwardi satu-satunya pemain yang berani dan selalu mengomeli Ramang jika membuat satu kesalahan. Bukan hanya keras, putra dari pasangan Arlan dan St Aisyah itu adalah “penari” di lapangan tengah.
Suwardi pernah menjadi pelatih PSSI dua periode. Periode pertama 1972-1974 dan periode 1976-1978. Selain melatih PSSI, dia juga pernah melatih PSM antara tahun 1975-1976, yakni sebelum dipanggil kembali oleh PSSI. Sejak 1980-an, Suwardi hijrah ke Jakarta. Ia sempat menjadi pelatih PSSI dan Jayakarta di zaman Ali Sadikin menjadi Gubernur Jakarta. Sebelumnya, Suwardi pernah menangani PSM setelah gantung sepatu tahun 1970-an hingga 1980-an. Memasuki usia senja, ia masih sempat melatih sepakbola anak-anak di sebuah klub sepakbola.

Bersambung …
Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen
Sumber : Buku Satu Abad PSM Mengukir Sejarah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




