Jelang 107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar, Legenda PSM Makassar

Create/Jejakfakta

107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar dan Legendanya

Jejakfakta.com. Makassar - Klub tertua di Indonesia, PSM Makassar memiliki sejarah yang panjang. Usianya yang telah menginjak satu abad telah melahirkan pemain-pemain sepakbola dengan nama besar. Inilah legenda sepakbola PSM Makassar, dan beberapa diantaranya pernah mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional (melanjutkan berita sebelumnya pada part I):

4. Harry Tjong, Kiper Save

Di balik keberhasilan PSM menjuarai Kompetisi Perserikatan PSSI menjelang akhir 1950-an, ada nama Harry Tjong yang punya nama asli Oe Sik Tjong. Dia merupakan pengawal mistar PSM pada era kejayaannya. Jika ada Ramang dan Trio-nya di depan, maka sejumlah pemain belakang, termasuk Tjong, membenteng tim PSM di baris belakang.

Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen

Harry Tjong, warga keturunan yang dalam hidupnya selalu ingin berbuat lebih untuk Makassar, kota yang pernah membesarkannya bersama kesebelasan Juku Eja.  Harry Tjong termasuk salah seorang penjaga gawang andalan ketika masa jayanya PSM. Tentu saja, dia berdiri di bawah mistar, ketika di posisi jangkar penyerang ada trio yang terkenal itu. Tjong pulalah yang berhasil mempertahankan gawang PSM di babak pertama unggul 1-0, sebelum kesebelasan tamu, juara Bulgaria, ‘membekuk’ tuan rumah di Stadion Mattoanging, 24 Desember 1957, dengan angka 1-3 di akhir laga.

Tjong gagal terus mempertahankan gawang PSM hingga pertandingan tuntas, karena sebelum pluit panjang setengah main, ‘dimakan’ oleh salah seorang pemain Bulgaria yang membuat tangannya nyaris patah. Dia terpaksa digotong keluar lapangan dan digantikan kiper kedua, Hendrik.

Perjalanan panjang dan berliku dilalui pria ini untuk menjadi seorang pemain bola. Apalagi untuk menjadi pemain sebuah tim seraksasa PSM. Lebih-lebih lagi sebagai pemain tim nasional, PSSI. Perjalanan karier bola pria kelahiran Makassar 24 September 1939 ini benar-benar berliku. Di jejeran penjaga gawang, Harry Tjong berada di peringkat ke-4 setelah Maulwi Saelan, Achmad, Pandero, kemudian Hendrik dan Sugito. Dia bendiri di bawah mistar gawang pada usia 20 tahun.

Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis

Harry Tjong mulai main bola sejak sekolah dasar. Pertama dia memasuki MOS di Makassar. Lalu pindah ke Mars dan ke PSAD saat dia hijrah ke Surabaya. Setelah hijrah ke Jakarta, Tjong yang menamatkan pendidikan di Sekolah Guru Olahraga Makassar ini langsung bergabung dengan klub Indonesia Muda Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Widya Syadzwina
Berita Terbaru