Rabu, 02 November 2022 13:32

Jelang 107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar, Legenda PSM Makassar

Editor : Agass
Penulis : Widya Syadzwina
Create/Jejakfakta
Create/Jejakfakta

107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar dan Legendanya

Persebaya Surabaya, tim pertama yang diasuh Basri. Pada musim 1977, dia berhasil mengantarkan Persebaya jadi juara Kompetisi Perserikatan. Usai memberikan prestasi puncak bagi Persebaya,  para pemain yang dia latih adalah Rusdi Bahalwan, Rudi William Keltjes, dan lain-lain. Pada tahun 1979/1980, Basri pindah ke Niac Mitra. Tampaknya, pria kelahiran Makassar 5 Oktober 1942 ini, juga ingin menjajal kerasnya Kompetisi Galatama. Lagi-lagi keampuhan racikan Basri terbukti. Tiga kali Niac Mitra dibawa Basri jadi juara Galatama, masing-masing pada 1981, 1982, dan 1986. Di bawah tangan Basri, dia menarik lima pemain PSM, di antaranya, Dullah Rahim, Malawing, dan Jusuf Malle.

Pada SEA Games di Kuala Lumpur, Basri dipercaya sebagai pelatih dengan asisten Iswadi Idris dan Abdul Kadir. Saat kesebelasan asal Italia, Sampdoria, di klub tempat Kurniawan Dwi Yulianto berguru, dalam pooling pendapat umum, Basri terpilih sebagai pelatih yang mempersiapkan tim nasional menghadapi tamu dari Negeri Menara Pisa itu. Timnas kalah ketika itu. Sebagai putra daerah, di awal Liga Indonesia bergulir, Basri sangat bangga bisa menukangi PSM Makassar. Nyaris saja Piala Presiden, lambang supremasi Liga Indonesia berhasil dipersembahkan Basri bagi tanah kelahirannya. Sayang, di Liga Indonesia 1995/1996, PSM Makassar kalah 0-2 dari Mastrans Bandung Raya di final. PSM Makassar pun gagal jadi juara Liga Indonesia untuk kali pertama. Tetapi, PSM yang dipercayakan PSSI mewakili Indonesia dalam Turnamen Bangabandhu Cup di Dacca, Bangladesh di penghujung tahun 1996, berhasil tampil di final. Lagi-lagi sayang, di final, PSM kalah 3-4 atas kesebelasan Malaysia yang dipersiapkan sebagai tim SEA Games 1997 di Jakarta.

Sebagai pelatih, Basri dikenal keras dan tegas. Ia selalu menegakkan disiplin tinggi pada tiap tim yang diasuhnya. Hingga kini, Basri bisa dikatakan sebagai pelatih lokal paling senior yang masih beredar di kancah sepakbola nasional Indonesia.

6. Ronny Patty; “Beckenbauer’-nya Indonesia

Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen

Foto/football5start

Ronny Pattinasarany mengawali karir sepakbolanya di kota kelahirannya, Makassar. Pada usia 18 tahun, Ronny muda telah memperkuat PSM Makassar. Pertandingan pertamanya kala itu adalah saat PSM Makassar menjamu klub Jakarta Putra. Sejak itu, dia pun selalu menjadi pilihan PSM Makassar pada kejuaraan nasional.

Dikutip dari buku Sepakbola Indonesia Alat Pemersatu Bangsa, Ronny Pattinasarany mulai dipanggil untuk memperkuat tim nasional pada tahun 1970. Ia dipanggil memperkuat PSSI Junior untuk kejuaraan Asia di Manila, Filipina. Pada kejuaraan tersebut, PSSI Junior berhasil mendapatkan medali perak. Keberhasilan terus mengikuti Ronny. Ia kemudian dipanggil mengikuti pelatnas PSSI Selection untuk Piala Anniversary dan Asian Games.

Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis

Meskipun tidak dapat disamakan dengan pemain  legendaris Ramang, namun PSM pada era 70-an pernah memiliki seorang pemain lapis berikut PSM yang dapat dianggap memiliki tipikal tersendiri. Pemain ini selama 10 tahun bertahan di tim nasional yang merupakan skuad terbaik Indonesia setelah era Sucipto Suntoro dkk.

Ronny yang bernama lengkap Roland Hermanus Pattinasarany masih berusia 14 tahun dan sudah gila bola. Tak heran ia langsung tertarik masuk PSAM, yang dilatih pemain nasional top saat itu, Ramang. Dalam turnamen antarkesebelasan anak-anak di Makassar kala itu, Ronny muda mengantar PSAM melaju ke final sebelum dikalahkan tim Mamajang lewat adu penalti. Toh, meski gagal mengantar timnya menjadi juara, Ronny terpilih sebagai pemain terbaik.

Buku setebal 207 halaman karya Andreas J Waskito tak berlebihan jika disebut sebagai "potret diri" Ronny, yang lahir pada 9 Februari 1949 dan meninggal 19 September 2008 karena penyakit kanker. Dengan kata lain, ini benar-benar memoar Ronny, salah seorang legenda sepak bola Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PSM Makassar #Legenda #Ulang Tahun #Sepak Bola
Youtube Jejakfakta.com