Rabu, 02 November 2022 13:32

Jelang 107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar, Legenda PSM Makassar

Editor : Agass
Penulis : Widya Syadzwina
Create/Jejakfakta
Create/Jejakfakta

107 Tahun Klub Sepakbola PSM Makassar dan Legendanya

Keng Wie sama sekali tak menyesali keputusannya saat memutuskan menjadi pemain sepakbola meskipun harus berhenti sekolah. Keng Wie akhirnya pensiun dari sepakbola diusianya yang ke 31. Namun kebanggaannya pada PSM Makassar, klub yang membesarkan namanya, tak akan pernah sirna. “Sampai saat ini saya sangat bangga bisa berkostum PSM Makassar”.

8. Yosep Wijaya :  “Koeman”-nya Indonesia 

Yosep Wijaya, dok tribun

Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen

Masih ingat Yosep Wijaya? Ketika PSM merebut juara PSSI Perserikatan tahun 1992 dia menempati posisi sebagai pemain belakang (back), meski absen di partai final gara-gara akumulasi kartu kuning. Tidak hanya itu, dia pun dijuluki sebagai tembok putih. Mengapa disebut seperti itu? Frasa itu bermakna dia susah ditembus pemain lawan karena tangguhnya.

Dia termasuk salah seorang pesepakbola warga Tionghoa yang namanya berkibar di bawah panji klub raksasa se-kaliber PSM. Bahkan dia pernah bergabung dengan tim PSSI B pada tahun 1980-an.  Ada sejumlah pesepakbola PSM dari warga  Tionghoa, namun nama Harry Tjong (kiper), Keng Wie, Pik Tio,  dan Yosep Wijaya lebih melegenda.

Di klub PSM, Yosep Wijaya pernah bermain dengan Abdi Tunggal, Malawing, Yusuf Malle, Yohannes Deong, Hafid Ali, Johny Kamban, Iriantosyah Kasim, Pieter Fernandes, dan Dullah Rahim Dia termasuk   generasi akhir 70 dan awal 80 PSM. Pada angkatan 90-an, Yosep bermain dengan Yusrifar Jafar, Bahar Muharram, Ajis Muin, Ansar Abdullah, Kaharuddin, Anwar Liko, sementara angkatannya, Mustafa Umarella, Alimuddin Usman, Jefri Dien, Ronny Rasyid, Herman Kadiaman (kiper), Surul Lengu, Taufik Ris Nyeppo (penyerang), dan Haji Jafar.

Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis

Harian “Surya” Surabaya pernah menjuluki Yosep Wijaya sebagai “Koeman” (Ronald Koeman)-nya Indonesia. Kecermatan Koeman yang asal Belanda itu membaca bola sebagai “pembersih” terakhir dalam suatu kesebelasan sangat menakjubkan. Kecermatan dan kelihaian di sektor belakang ini membuat Johan Cruyff, pelatih  Barcelona merekrutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PSM Makassar #Legenda #Ulang Tahun #Sepak Bola
Youtube Jejakfakta.com