Sulung dari delapan bersaudara yang dilahirkan 24 Juni 1963 dari keluarga The Soen Hwa dan Trice Wijaya ini, menyebutkan, posisi libero mulai dia tempati sejak masuk PSM Junior tahun 1983. Ketika itu dia masih duduk di SMA. Ayah dua anak (cowok semua) dengan istrinya Drg. Merli Gozal yang pertama ditemukan Mahmud Daeng Beta saat bermain di Persis tersebut, masuk PSM melalui tim juniornya. Itu terjadi pada saat dia masih duduk di SMA tahun 1983.

Ketika PSM menuju Kejuaraan 10 Besar PSSI tahun 1983, Yosep termasuk salah seorang pemainnya. Bertindak sebagai kapten adalah Iriantosyah Kasim yang menempati posisi gelandang. Saat-saat yang tidak dapat dilupakan Yosep terjadi ketika PSM berhadapan dengan Persebaya di Surabaya. Dalam suatu heading (menanduk) bola, kepalanya melabrak kepala Hengky Siegers, teman se-timnya. Yosep tergeletak dalam posisi tertelentang pascakepala terbentur keras di tanah. Pertandingan terhenti selama 8 menit, Yosef dilarikan ke rumah sakit. Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMI ini terpaksa terbaring di rumah sakit beberapa saat.
Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen
Ketika PSSI mencari pemain yang akan memperkuat tim PSSI B, Yosep Wijaya termasuk dalam tim yang dilatih Sinyo Aliandoe dengan asisten pelatih, Ronny Pattinasarany, Tumpak Sihite, dan Nandar tersebut. Dari Makassar, selain Yosep dari PSM, juga ada Maukar Mustari dan Burhanuddin, pemain bertubuh jangkung (kiper) yang waktu itu membawa bendera Makassar Utama. Pria yang menjadi mualaf tahun 1982 dan menikahi Drg.Merli Gozal 11 Januari 1993 ini sudah 100 kali memakai baju (membela) PSM.
9. Syamsul Charuddin: Sang Inspirator

Postur tubuhnya pendek-kecil, dengan rambut yang panjang tergerai. Jika dilihat sekilas, ia seperti bukan atlet. Jika seseorang yang belum mengenal diminta menebak, mungkin ia lebih sering diterka sebagai musisi ketimbang pemain sepak bola.
Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis
Padahal, Syamsul Chaeruddin (22)-begitulah namanya-adalah inspirator permainan PSM Makassar. Betapa tidak? Syamsul bisa terlihat di sisi lapangan mana pun. Di lini pertahanan PSM ia aktif "mencuri" bola dari penguasaan pemain lawan. Di sektor tengah ia adalah pengatur serangan yang efektif bagi barisan penyerang tim "Juku Eja".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




