Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Lomba perahu tradisional Bala-Bala yang digagas oleh Garda (Gerakan Terdepan) Luwu Timur resmi ditutup pada Senin malam, 9 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Sungai Malili ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Luwu Timur.
Penutupan acara dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang memberikan apresiasi kepada panitia serta mengumumkan komitmennya untuk menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan daerah.

“Kegiatan yang teman-teman laksanakan ini saya jadikan sebagai agenda tahunan. Mudah-mudahan ke depan bisa kita anggarkan dalam setiap event yang dilaksanakan,” ujar Bupati Irwan dalam sambutannya.
Baca Juga : Bupati Irwan Turun Langsung Pantau Pembangunan Islamic Center, Ini Target Penyelesaiannya

Bupati juga mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil.
Selain Bupati, hadir pula Wakapolres Lutim Kompol Hajriadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masdin, sejumlah Kepala OPD, Ketua Forum Garda Taufik, serta masyarakat yang memadati area lomba.
Ketua Forum Garda, Taufik, mengungkapkan harapannya agar lomba Bala-Bala dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan kemeriahan yang lebih besar.
Baca Juga : Laga Ekshibisi Pemkab Lutim vs Pemkab Luwu, Bupati Irwan Usul Digelar Bergilir di Luwu Raya
“Ini bukan akhir dari segalanya bagi yang belum meraih juara. Semoga event ini bisa jadi tradisi tahunan yang semakin semarak,” ujar Taufik.
Daftar Pemenang Open Race Perahu Bala-Bala 2025:
Juara 1: Chozlet Pasi-Pasi (Kecamatan Malili)
Baca Juga : Perkuat Antisipasi Karhutla, Bupati Irwan Serahkan Mobil Damkar Baru untuk Mahalona Raya
Juara 2: ERS Sejahtera Wewangriu (Kecamatan Malili)
Juara 3: Decolan 4 (Kabupaten Wajo)
Juara 4: TK. Opi Timampu (Kecamatan Towuti)
Baca Juga : Serahkan Bantuan Bedah Rumah kepada 400 Penerima, Bupati Irwan: Tak Ada Potongan Dana
Juara 5: Decolan 4 (Kabupaten Wajo)
Juara 6: Ibas Puspa 3 (Kecamatan Malili)
Lomba ini bukan sekadar ajang adu kecepatan di atas air, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi antar komunitas dan daerah, serta membangkitkan semangat pelestarian budaya lokal.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



