Rabu, 25 Juni 2025 23:18

Pemkot Makassar Gagas Zero Waste City, Wali Kota Dorong Desentralisasi Pengolahan Sampah

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, foto bersama usai rapat koordinasi penanganan sampah di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu malam (25/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, foto bersama usai rapat koordinasi penanganan sampah di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu malam (25/6/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar menargetkan lahan 5.000 meter hingga 1 hektare untuk pengolahan sampah organik.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah serius dalam menangani persoalan sampah yang kian mendesak. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, memimpin rapat koordinasi penanganan sampah pada Rabu malam (25/6/2025) di Rumah Jabatan Wali Kota.

Rapat ini dihadiri oleh Ketua TPP PKK Melinda Aksa, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kominfo, para camat se-Kota Makassar, serta komunitas penggiat lingkungan. Fokus utama rapat adalah membahas rancangan Peraturan Presiden terkait penanganan darurat sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas lingkungan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

“Kalau tidak diatasi sekarang, persoalan ini akan semakin parah. Tapi kalau kita bisa intervensi secara tepat, sampah bisa menjadi sumber nilai dan perbaikan kualitas hidup,” ujar Munafri.

Ia menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang telah mengalami kelebihan kapasitas dan antrean panjang truk sampah. Untuk itu, ia mendorong desentralisasi pengolahan sampah melalui pengadaan mesin pengolah di tiap kecamatan.

“TPA hanya menerima residu. Kita mulai dari hulu, dipilah dari rumah, diolah di wilayah, dan sisanya baru dikirim ke TPA. Target kita ke depan adalah sanitary landfill, bukan TPA terbuka,” tegasnya.

Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar

Munafri juga menyinggung potensi ekonomi dari pengolahan sampah plastik yang memiliki nilai jual tinggi, serta pentingnya inovasi dalam pengelolaan limbah daun, seperti melalui lubang biopori yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk oleh warga.

Rapat ini menjadi tonggak awal penyusunan roadmap menuju Kota Makassar bebas sampah (zero waste city). Ia mengajak semua pihak, terutama komunitas lingkungan, untuk berkontribusi dalam bentuk ide dan masukan.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita akan petakan tahapan dari tahun ke-2 hingga ke-3, dan deklarasi Makassar bebas sampah akan jadi target bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Munafri Tekankan Skill dan Keselamatan dalam Diklat Pelayaran di Makassar

Sebagai langkah awal, Pemkot Makassar akan mendorong edukasi lingkungan sejak tingkat dasar. Munafri mengusulkan agar siswa SD dan SMP membawa sampah terpilah dari rumah ke sekolah setiap hari, sebagai upaya membentuk kebiasaan sejak dini.

Kebijakan ini akan diperluas hingga jenjang SMA, perguruan tinggi, dan kantor pemerintahan, dengan dukungan fasilitas tempat sampah terpilah, sistem bank sampah, hingga praktik urban farming.

Lebih jauh, Pemkot juga akan menggandeng sektor swasta, khususnya hotel dan pelaku industri makanan, untuk menyediakan lahan pengolahan kompos skala menengah. Ia menargetkan lahan 5.000 meter hingga 1 hektare untuk pengolahan sampah organik, yang hasilnya dapat digunakan dalam pertanian kota dan peningkatan pendapatan rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #zero waste city #pengolahan sampah #TPA Antang #edukasi lingkungan #Daur Ulang #Urban Farming #Hotel #bank sampah
Youtube Jejakfakta.com