Sabtu, 05 Juli 2025 15:07

Disnaker Pangkep Bekali Kompetensi Calon Pekerja Migran

Editor : Editor JF
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pangkep melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Sebanyak 15 orang mengikuti pelatihan di Makassar, Jum'at (4/7/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pangkep melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Sebanyak 15 orang mengikuti pelatihan di Makassar, Jum'at (4/7/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pangkep mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global sekaligus terlindungi secara hukum.

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pangkep melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global sekaligus terlindungi secara hukum.  

Kepala Disnaker Pangkep, Hj. Najemiah, menyatakan bahwa pelatihan ini penting sebagai bekal bagi warga yang akan bekerja di luar negeri. "Mereka harus memiliki kompetensi dan pemahaman tentang budaya kerja di negara tujuan, tanpa melupakan nilai lokal seperti sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan)," ujarnya, Jumat (4/7/2025).  

Ia juga menekankan pentingnya keberangkatan secara legal untuk menghindari risiko pekerja ilegal. "Kami ingin memastikan PMI berangkat dengan dokumen resmi, memahami hak-haknya, dan terhindar dari eksploitasi," tambahnya.  

Baca Juga : Jusuf Kalla Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Utara

Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), tenaga kesehatan, serta Kepala BP3MI Sulsel untuk memberikan pemahaman menyeluruh. "Dari yang awalnya tidak tahu, peserta kini menjadi lebih paham dan diharapkan bisa menjadi corong informasi bagi keluarga dan masyarakat," jelas Najemiah.  

Sebanyak 15 orang mengikuti pelatihan, termasuk warga dari Pulau Sarappo dan Karanrang. Beberapa peserta telah mendaftar bekerja ke Polandia, Jepang, Arab Saudi, dan Jerman. "PMI adalah salah satu penyumbang devisa negara. Karena itu, perlindungan dan peningkatan kapasitas mereka mutlak diperlukan," pungkasnya.  

Pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi kasus PMI bermasalah sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia di kancah internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkab Pangkep #pekerja migran #PMI
Youtube Jejakfakta.com