Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat koordinasi di Balai Pertemuan Masyarakat Kelurahan Jongaya, Kamis (17/7/2025), membahas persiapan launching program penataan kanal yang akan dimulai dari Kanal Jongaya, Kecamatan Tamalate.
Launching penataan kanal ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025, pukul 07.00 WITA, dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Program ini juga dirangkaikan dengan peluncuran gerakan "Jumat Bersih" yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, serta perwakilan dari 15 kecamatan.
Baca Juga : Munafri Susuri Lorong di Makassar Utara, Cek Langsung Air PDAM Mengalir hingga ke Rumah Warga
Camat Tamalate, H. Emil Yudiyanto Tajuddin, menyampaikan bahwa Kanal Jongaya dipilih sebagai lokasi pertama karena dianggap memiliki potensi dan dukungan masyarakat yang kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita ingin mengubah citra Jongaya menjadi lebih positif, dan kita bisa buktikan itu dengan keterlibatan langsung warga dan tokoh masyarakat," ujarnya.
Penataan kanal akan diawali dengan pengerukan sedimentasi sepanjang Kanal Jongaya, mulai dari Jembatan Andi Tonro hingga Jalan Muhammad Tahir.
Baca Juga : Walikota Cup 2026 Dimulai, Munafri Dorong Pembinaan Usia Dini dan Kompetisi Berkelanjutan
Dinas PU Kota Makassar telah menyiapkan 15 unit mobil pengangkut sedimen, serta melibatkan alat berat ekskavator dari BBWS Pompengan Jeneberang yang sebelumnya sudah melakukan pengukuran elevasi kanal.
"Kedalaman sedimen yang akan dikeruk mencapai 70 hingga 80 cm," katanya.
Rencananya, sebanyak 20 Satgas dari masing-masing kecamatan di Makassar akan diterjunkan dan dibagi dalam beberapa zona kerja.
Baca Juga : Dukungan DPD II Menguat, IAS Bidik Musda Golkar Sulsel Berlangsung Aklamasi
Area parkir sementara bagi peserta dan tim pelaksana dipusatkan di beberapa titik, yakni Jalan Muhammad Tahir, Dg. Ngeppe, Kumala Parmai, dan Andi Tonro.
Warga sekitar bantaran Kanal Jongaya, diimbau untuk tidak memarkir kendaraan di sepanjang kanal, tidak menjemur pakaian di area kanal.
Selan itu, membawa alat kebersihan masing-masing da berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jumat Bersih.
“Gotong royong ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi juga membangun semangat kebersamaan warga. Kita ingin semua masyarakat Jongaya terlibat langsung,” tegas Emil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




