Senin, 09 Januari 2023 17:43

JK: Sistem Pemilihan Terbuka Sudah Benar 

Editor : Nurdin Amir
Jusuf Kalla bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). @Jejakfakta/Ist.
Jusuf Kalla bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). @Jejakfakta/Ist.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa dialah yang pertama kali mengusulkan pertama kalinya dari sistem pemilihan tertutup ke pemilihan terbuka. 

Jejakfakta.com, Jakarta - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) buka suara tentang kontroversi sistem pemilihan proporsional terbuka dan tertutup. Bagi JK, sistem pemilihan terbuka sudah cukup bagus, walau menimbulkan sisi negatif. 

"Sistem terbuka itu sebetulnya sudah benar," kata JK saat ditemui di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (9/1/2023). 

JK tidak menyebutkan secara terang-terangan dampak negatif dari sistem pemilihan terbuka. Ia hanya menyebutkan istilah jeruk makan jeruk. 

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora

Lebih jauh, mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa dialah yang pertama kali mengusulkan pertama kalinya dari sistem pemilihan tertutup ke pemilihan terbuka. 

"Saat itu pemilihan tertutup yah. Sayalah yang mengusulkan pertama kali ke sistem terbuka," tambah JK. 

Saat itu, JK punya dua  alasan, yakni agar masyarakat mengetahui siapa yang dia pilih. Yang kedua, lanjut JK, jika terbuka maka calon akan berkampanye sendiri. 

Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim

"Kalau tertutup, cenderung calon tidak berkampanye, tapi partai yang berkampanye. Dan yang paling sulit adalah menentukan nomor-nomor," tegasnya lagi. 

Dengan demikian, JK menilai, sistem terbuka sudah tepat dan tinggal menghindari dampak negatif yang ditimbulkan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kontroversi #Sistem pemilihan proporsional #Jusuf Kalla #Pemilihan terbuka
Youtube Jejakfakta.com