Jejakfakta.com, IKN – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam forum diskusi nasional bertajuk “Migrasi yang Efektif untuk Pekerja Migran Indonesia” yang digelar di kawasan inti pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025).

Diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Congress of Indonesian Diaspora ke-8, yang berlangsung pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2025, mengusung tema “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia untuk Semua.”
Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel
Bertempat di Multi Function Hall, Gedung Kemenko 3, forum menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Abdul Kadir Karding, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, IOM Indonesia, hingga aktivis pekerja migran dari Hong Kong.
Dalam pernyataannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pekerja migran tidak hanya diberangkatkan dengan baik, tetapi juga dipastikan perlindungannya secara menyeluruh di negara tujuan.
“Kami di daerah tidak hanya menyiapkan tenaga kerja migran, tetapi juga memastikan mereka memahami hak-hak, risiko, dan perlindungan yang tersedia. Kota Makassar siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan migrasi yang manusiawi dan bermartabat,” ujarnya.
Aliyah juga membagikan perspektif berdasarkan pengalamannya sebagai anggota Komisi IX DPR RI selama dua periode (2014–2024). Ia menyoroti bahwa regulasi yang berpihak kepada pekerja migran perlu diiringi dengan pelaksanaan yang konkret di lapangan.
“Regulasi tanpa implementasi yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan tidak akan cukup. Di sinilah peran daerah menjadi sangat penting,” tegasnya.
Diskusi ini dimoderatori oleh Nathalia Widjaja dari Diaspora Hong Kong, dan turut menghadirkan narasumber seperti Judha Nugraha (Direktur PWNI Kemenlu), Shafira Ayunindya (IOM Indonesia), Farah Mutiasari Djalal (CEO HatiPlong), serta Sringatin, aktivis buruh migran Indonesia di Hong Kong.
Baca Juga : Catut Nama Wakil Wali Kota, Modus Sumbangan Masjid Berujung Penipuan, Warga Makassar Diminta Waspada
Forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah nyata menuju sistem migrasi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan untuk pekerja migran Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




