Jumat, 01 Agustus 2025 23:21

Mahasiswa Unhas Tembus Tiga Dusun Terpencil di Maros Demi Selamatkan Sapi dari PMK

Editor : Redaksi
Penulis : Sherine Grace
Vaksinasi massal ratusan hewan dari ancaman PMK di Desa Pattiro Deceng, Kabupaten Maros, Kamis (31/7/2025). @Jejakfakta/Istimewa
Vaksinasi massal ratusan hewan dari ancaman PMK di Desa Pattiro Deceng, Kabupaten Maros, Kamis (31/7/2025). @Jejakfakta/Istimewa

Vaksinasi yang dimotori mahasiswa ini menjadi langkah awal menuju desa tangguh peternakan.

Jejakfakta.com, MAROS — Dengan menempuh jalan berlumpur dan tanjakan terjal di kaki pegunungan Camba, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) hadir membawa harapan ke Desa Pattiro Deceng, Kabupaten Maros. Misi mereka jelas, menyelamatkan ratusan ternak warga dari ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah menginfeksi 120 dari 398 ekor sapi di desa tersebut sejak awal tahun 2025.

Wabah PMK yang merebak sejak Januari tak hanya menggerus nilai jual ternak hingga 85%, tetapi juga memukul semangat peternak.

“Ada yang sampai cacat kukunya. Ternak ini satu-satunya sumber penghidupan kami,” ujar Muh. Ashar, peternak lokal, dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025)

Baca Juga : 3 Mahasiswa Unhas Hilang Tersapu Arus di Bislap Maros, 2 Ditemukan Meninggal

SATOA: Kolaborasi Mahasiswa untuk Peternakan Desa

Berangkat dari keresahan tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himakaha FK Unhas menggagas program SATOA (Smart Agriculture Technology for Optimized Animal Farming). Mereka menggandeng UPTD Puskeswan Maros, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta pemerintah desa.

Program ini bukan sekadar agenda kampus. Ini adalah langkah nyata: vaksinasi massal terhadap 200 ekor sapi di tiga dusun paling terpencil—Satoa, Ujung, dan Maddenge—wilayah yang bahkan sulit dijangkau kendaraan.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Senilai Rp2 Miliar untuk Rumah Tangga Miskin di Soppeng

Vaksin, Vitamin, dan Harapan

Mahasiswa—dibantu dokter hewan Unhas dan relawan lintas fakultas—memulai vaksinasi sejak matahari terbit, pada Kamis (31/7/2025). Mereka membawa vaksin PMK, Antraks, dan vitamin ternak. Proses ini dilakukan dengan hati-hati di kandang-kandang peternak, sembari memberikan edukasi langsung tentang pencegahan penyakit hewan.

“Ini bukan cuma soal vaksin. Ini tentang keberlanjutan hidup warga desa,” ujar Abid Nabil, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Himakaha FK Unhas.

Baca Juga : KKN di 39 Desa, Sekda Ali Saleng Terima 338 Mahasiswa Unhas

Melalui kerja nyata dan gotong royong ini, Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir, tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. “Tanpa dukungan mahasiswa dan dokter hewan, sulit membayangkan kami bisa melakukan vaksinasi seluas ini,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Kepala UPTD Puskeswan Maros, drh. Nana. “Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kami punya keterbatasan SDM. Mahasiswa hadir sebagai perpanjangan tangan program kami,” ujarnya.

Kegiatan ini sebagai pengalaman berharga bagi dosen pendamping program, drh. Muh. Ardiansyah Nurdin, kerena harus turun langsung untuk memahami masalah peternakan di desa.

Baca Juga : Ayah dari Mahasiswa yang Meninggal saat Diksar Layangkan Somasi untuk Rektor Unhas

“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini pelatihan karakter, kepedulian, dan pemahaman akar rumput tentang problem peternakan desa,” katanya.

Ketua Ormawa Himakaha FK Unhas, Ahmad Rayhan Putra Hasrun, juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar organisasi mahasiswa. “Kami ikut dari awal—dari penyusunan, rekrutmen relawan, hingga ke lapangan. Ini bentuk komitmen kami untuk masyarakat,” katanya.

Kini, warga Pattiro Deceng punya harapan baru. Vaksinasi yang dimotori mahasiswa ini menjadi langkah awal menuju desa tangguh peternakan. “Kami ingin desa ini jadi contoh. Kalau bisa bebas PMK, kenapa tidak jadi model untuk daerah lain?” tutup Abid. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PMK Maros #vaksinasi sapi #Mahasiswa Unhas #PPK Ormawa #ternak desa #Pattiro Deceng #SATOA #vaksin gratis #dusun terpencil #penyakit hewan #peternakan sehat
Youtube Jejakfakta.com