Rabu, 30 Juli 2025 18:02

TP PKK Makassar Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Stunting bagi Pasangan Usia Subur

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur (PUS) di Auditorium Gedung PKK, Rabu (30/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur (PUS) di Auditorium Gedung PKK, Rabu (30/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan psikis dan dukungan sosial.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur (PUS) di Auditorium Gedung PKK, Rabu (30/7/2025), sebagai bagian dari upaya edukasi kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan stunting.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK, kader KB, serta pasangan usia subur dari seluruh kecamatan di Kota Makassar. Acara ini merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang menitikberatkan pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi sebagai langkah preventif terhadap stunting.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kesuburan sangat penting untuk menciptakan keluarga yang sehat dan berdaya.

Baca Juga : TP PKK Makassar Dorong Kader Kelola Kebun Produktif Lewat Bimtek Aku Hatinya PKK

“Sosialisasi ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pasangan usia subur, mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa prakehamilan,” ujar Indira, yang akrab disapa Sari.

Ia juga mendorong peserta untuk menjadi agen informasi di masyarakat. Menurutnya, peran aktif kader dan pasangan usia subur sangat strategis dalam menyebarluaskan edukasi yang telah diberikan.

Dalam sesi utama, Dr. dr. Wahyuni Saddang, Sp.OG, memaparkan materi mengenai kesehatan reproduksi dan kesuburan. Ia menjelaskan pentingnya persiapan matang sebelum kehamilan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kesiapan mental pasangan dalam menjalani program kehamilan.

Baca Juga : Melinda Aksa Buka Rakerda TP PKK Makassar 2026, Dorong Peran Kader Lewat Inovasi

“Kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan psikis dan dukungan sosial. Peran kader sangat besar dalam membentuk kesadaran itu,” jelas dr. Wahyuni.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung visi Pemkot Makassar yaitu MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).

Irwan menekankan bahwa Pemkot terus memperkuat layanan KB, penyuluhan, dan pemeriksaan pranikah. Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi data keluarga melalui New Siga dan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan.

Baca Juga : Rakerda TP PKK Kota Makassar 2026, Melinda Aksa Tegaskan Komitmen Jalankan Program Prioritas

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara PKK, kader KB, dan masyarakat sangat penting agar informasi bisa sampai ke akar rumput,” tegas Irwan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh peserta, menandakan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#TP PKK Makassar #Sosialisasi Kesehatan Reproduksi #pasangan usia subur #Program KB #Kesehatan Keluarga #DPPKB Makassar
Youtube Jejakfakta.com