Selasa, 12 Agustus 2025 19:59

Munafri Arifuddin Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi di Sekolah

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Anti-Korupsi yang diikuti 400 kepala sekolah se-Kota Makassar, di Aula BBPMP Sulawesi Selatan, Selasa (12/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Anti-Korupsi yang diikuti 400 kepala sekolah se-Kota Makassar, di Aula BBPMP Sulawesi Selatan, Selasa (12/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 dari KPK, tercatat 12% sekolah di Indonesia masih menyalahgunakan dana BOS.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi di lingkungan pendidikan, khususnya di tingkat SD dan SMP.

Penegasan ini disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Anti-Korupsi yang diikuti 400 kepala sekolah se-Kota Makassar, di Aula BBPMP Sulawesi Selatan, Selasa (12/8).

Acara tersebut menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nauli Rahim Siregar, sebagai narasumber yang memaparkan strategi pencegahan korupsi di sektor pendidikan.

Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada

Munafri—yang akrab disapa Appi—menyampaikan peringatan keras agar para kepala sekolah tidak menyalahgunakan jabatan untuk keuntungan pribadi.

“Jangan main-main di wilayah pendidikan. Sekolah bukan tempat bisnis,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, banyak laporan mengenai penyimpangan dalam pengadaan buku, seragam, dan penerimaan siswa baru yang tidak sesuai prosedur. Munafri menyebut hal ini sebagai bentuk upaya melegalkan praktik bisnis dalam dunia pendidikan, yang harus dihentikan.

Baca Juga : Menuju 10 Besar, 68 Kandidat Rebut Kursi Komisioner BAZNAS Makassar

Dalam sambutannya, Munafri menekankan bahwa posisi kepala sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan profesionalisme. Ia menolak praktik jual beli jabatan dan nepotisme yang dapat merusak sistem pendidikan.

“Kalau duduk di posisi itu karena titipan, yakinlah gaya kepemimpinan juga akan terpengaruh. Integritas jadi taruhan,” katanya.

Ia juga menyarankan agar setiap kebijakan diambil dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan untuk mencegah kesalahan penafsiran aturan.

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Transparansi Dana BOS dan Peran Teknologi

Munafri menyerukan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan sekolah, khususnya dengan penggunaan sistem Cash Management System (CMS) untuk Dana BOS.

“Dengan CMS, semua aktivitas keuangan tercatat. Tidak ada lagi penyelipan dana. Ini bukan mempersulit, tapi jadi benteng pencegahan korupsi,” jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

Ia menegaskan, dana BOS bukan dana pribadi yang bisa digunakan sesuka hati. Dana tersebut merupakan amanah negara untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Mengutip data Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 dari KPK, tercatat 12% sekolah di Indonesia masih menyalahgunakan dana BOS. Bentuk penyimpangan meliputi pemotongan anggaran, nepotisme, hingga penggelembungan biaya.

Sebanyak 33% sekolah bahkan dinilai berpotensi melakukan korupsi, termasuk pungutan liar (8,74%) dan nepotisme (20,52%).

Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar

Munafri mengingatkan para kepala sekolah bahwa konsekuensi hukum dari penyalahgunaan anggaran sangat serius.

“Bayangkan kalau menjelang pensiun malah tersandung kasus korupsi. Bukan menikmati hasil kerja, tapi menghadapi proses hukum,” ucapnya.

Sebagai upaya pencegahan korupsi dari dalam, Munafri juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal seperti Siri’ (harga diri) dalam menjalankan tugas.

“Kalau kita bicara esensi Siri’, tidak akan ada yang mengambil yang bukan haknya,” ujarnya.

Wali Kota menutup sambutannya dengan ajakan agar sekolah menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bebas dari korupsi.

“Jadilah pelopor. Tunjukkan Makassar bisa berbeda. Wujudkan sekolah yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Anti Korupsi #dana bos #Kepala Sekolah #Kejaksaan Negeri #korupsi sekolah #sosialisasi anti korupsi #Pemkot Makassar #pendidikan bersih #integritas kepala sekolah
Youtube Jejakfakta.com