Jejakfakta.com, MAKASSAR — Keberhasilan Perumda Air Minum Kota Makassar (PDAM Makassar) dalam mengeksekusi Program Sambungan Rumah (SR) Gratis menarik perhatian pemerintah daerah lain di Indonesia. Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang melakukan kunjungan studi tiru ke Makassar pada Senin (25/08/2025).
Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Abdul Waris Muin bersama Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid, rombongan disambut oleh Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, di Aula Tirta Dharma, Jl. Dr. Ratulangi No. 3, Makassar.

Program SR Gratis merupakan inisiatif prioritas dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (program "MULIA"). Program ini dirancang untuk membantu warga berpenghasilan rendah yang kesulitan membayar biaya sambungan baru, yang mencapai Rp2,2 juta.
Baca Juga : Perumda Air Minum Makassar Gelar Maulid Nabi, Andi Syahrum Tekankan Keteladanan dan Disiplin Pegawai
“Bahkan dengan skema cicilan enam kali, masih banyak warga yang tidak mampu. Karena itu, kami realisasikan sambungan secara gratis untuk kelompok berpenghasilan menengah ke bawah,” jelas Hamzah Ahmad.
Sejak diluncurkan pada 26 Juni 2025, program ini telah merealisasikan lebih dari 600 sambungan baru di enam wilayah layanan PDAM Makassar. Target tahun ini mencapai 2.000 sambungan, dengan prioritas di wilayah utara dan timur Makassar—kawasan padat penduduk.
Menariknya, pemasangan sambungan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh karyawan PDAM, termasuk pejabat struktural. “Kami semua, termasuk saya sendiri, turun langsung ke lapangan,” tambah Hamzah.
Baca Juga : Kekeringan Meluas, Permintaan Air Bersih di Makassar Tembus 50 Titik
Penajam Paser Utara Ingin Replikasi Program
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyampaikan apresiasi atas inovasi PDAM Makassar. Ia menilai pendekatan yang dilakukan sangat relevan dengan kebutuhan di daerahnya, terutama dalam menghadapi tantangan penyediaan air bersih di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Cakupan layanan kami baru 30 persen. Biaya pemasangan tinggi menjadi penghambat utama. Dengan adanya IKN, kebutuhan air bersih akan semakin besar. Kami datang ke Makassar untuk belajar dari model yang sudah terbukti berhasil,” kata Waris.
Baca Juga : PDAM Makassar Siaga Tangki Air Gratis hingga Tengah Malam, Ini Nomor Layanan Tiap Wilayah
Pihaknya juga ingin mempelajari aspek teknis program ini, mulai dari proses verifikasi penerima manfaat, skema pembiayaan melalui APBD/APBN, hingga keterlibatan legislatif dan masyarakat dalam mendukung program.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, menyebut PDAM Makassar sebagai contoh keberhasilan menyeimbangkan efisiensi manajemen dan pelayanan publik. “Kami ingin mengadopsi dan menyesuaikan model ini dengan kondisi di PPU, apalagi dengan tantangan baru yang hadir seiring dengan pembangunan IKN,” jelasnya.
Program SR Gratis PDAM Makassar hanya ditujukan untuk warga berpenghasilan di bawah UMK, dengan daya listrik rumah 450–900 watt, serta berada di dekat jaringan distribusi pipa utama (maksimal 20 meter). Penerima manfaat ditentukan melalui verifikasi lapangan yang ketat.
Baca Juga : Atasi Krisis Air, Plt Dirut PDAM Makassar Minta Kementerian PU Bangun Bendung Karet di Sungai Tello
Meskipun biaya pemasangan digratiskan, pelanggan tetap membayar tagihan pemakaian bulanan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan layanan sekaligus mendorong pendapatan berkelanjutan bagi perusahaan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




