Jejakfakta.com, MAKASSAR – Sebanyak 29 orang ditangkap terkait kerusuhan yang menyebabkan pembakaran kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar pada 29–30 Agustus 2025.
Para pelaku memiliki latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa, buruh harian, hingga pelajar, dan ditangkap atas aksi perusakan, penjarahan, hingga provokasi melalui media sosial.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyatakan bahwa dari total 29 orang yang diamankan:
- 14 orang terlibat dalam kasus perusakan kantor DPRD Sulsel, terdiri dari 13 orang dewasa dan 1 anak di bawah umur.
- 15 orang terlibat dalam perusakan kantor DPRD Kota Makassar, terdiri dari 10 dewasa dan 5 anak di bawah umur.
Para pelaku dijerat dengan berbagai pasal, termasuk Pasal 170, 187, 406, serta pasal pemberatan 55, 56, dan 64 KUHP sesuai peran masing-masing dalam kericuhan.
Identitas Tersangka DPRD Sulsel
Beberapa nama pelaku yang diamankan dalam kasus DPRD Sulsel antara lain:
- RN (19) – buruh harian
- RHM (22) – petugas kebersihan
- MIS (17) – pelajar
- RND (21) – buruh bangunan
- MR (20), AFJ (23), MRD (18) – tidak bekerja
- SNK (22), AFR (20), MRZ (20), MHS (21), AMM (22), MAR (21), AY (23) – mahasiswa
Baca Juga : Legislatif Dukung Penertiban Lapak Liar, Dorong Edukasi dan Relokasi PKL
Modus dan Motif Pelaku
Sementara dalam kasus DPRD Kota Makassar, sebagian pelaku terlibat dalam pencurian, penadahan, pembakaran, hingga ajakan melakukan kerusuhan melalui siaran langsung di TikTok. Identitas mereka di antaranya:
- MYR (31) – buruh bangunan
- AG (30) – buruh harian
- MAP (20) – cleaning service
- GSL (18), ZM (22), RMT (19) – mahasiswa
- ASW (18), MS (23), MI (22), MAY (15) – tidak bekerja
- FTR (16), MAF (16), FDL (18), IA (16), MNF (17) – pelajar
Polisi Masih Lakukan Pengembangan
Baca Juga : Trotoar Kembali untuk Rakyat, DPRD “Pasang Badan” Dukung Langkah Tegas-Humanis Wali Kota Makassar
Kombes Didik menyebutkan penyelidikan masih berlangsung. Polisi mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kerusuhan ini.
“Apakah ada aktor intelektual? Siapa orangnya? Sampai sekarang kami masih mendalami dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah,” ujar Didik, Kamis (4/9/2025).
Kericuhan ini dipicu oleh kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, dalam demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025 malam. Ia diduga tewas dilindas kendaraan taktis Brimob.
Baca Juga : DPRD Dukung Penataan PKL Makassar, Tertibkan Kota Tanpa Matikan Nafkah Warga
Solidaritas terhadap Affan kemudian memuncak di Makassar, dimulai dari depan Kampus UNM Jalan Andi Pettarani, lalu massa bergerak ke kantor DPRD Kota dan DPRD Provinsi. Aksi berubah menjadi anarkis, dengan pembakaran kantor, kendaraan dinas, hingga pos polisi.
Akibat peristiwa ini, tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.
Kerusuhan serupa juga terjadi di Kantor DPRD Kota Palopo pada Senin (1/9/2025). Dua pelaku diamankan, dan tiga anggota polisi dilaporkan mengalami luka-luka akibat perusakan yang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




