Jumat, 12 September 2025 16:56

Bajau Indo Tawarkan Perahu Wisata Ramah Lingkungan dan Restoran Apung di Pantai Losari

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
CEO PT Asa Kreasi Global, Taufiqurrahman Ridwan, saat menghadiri Rapat Teknis bersama Pemkot Makassar di Balai Kota, Jumat (12/9/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
CEO PT Asa Kreasi Global, Taufiqurrahman Ridwan, saat menghadiri Rapat Teknis bersama Pemkot Makassar di Balai Kota, Jumat (12/9/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Bajau Indo optimistis konsep ini dapat menjadi daya tarik baru Makassar sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Inovasi wisata air berbasis lingkungan diperkenalkan oleh Bajau Indo melalui CEO PT Asa Kreasi Global, Taufiqurrahman Ridwan. Perusahaan ini menghadirkan perahu wisata modern yang mampu mengangkut 15 orang dan dilengkapi sistem pengumpul sampah laut berkapasitas hingga dua ton.

Konsep ini ditawarkan sebagai pengganti perahu bebek di kawasan Pantai Losari, Makassar, serta dikembangkan untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai destinasi wisata baru.

"Perahu kami dilengkapi trash collector yang bisa menarik dan menampung sampah dalam jumlah besar. Dengan begitu, sambil berwisata, laut kita juga tetap terjaga kebersihannya," ungkap Taufiqurrahman dalam Rapat Teknis bersama Pemkot Makassar di Balai Kota, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga : Urban Farming Jadi Senjata Baru Makassar Tekan Sampah, Wali Kota Instruksikan Gerakan Hingga Lorong

Selain perahu wisata, Bajau Indo juga memperkenalkan teknologi pontoon modular, yakni objek terapung yang fleksibel dan dapat disesuaikan ukurannya. Struktur pontoon ini menggunakan plastik LLDPE (Linear Low-Density Polyethylene) yang tahan lama, serta rangka aluminium anti karat.

Desainnya unik, menggabungkan motif batik dan sistem penguncian terinspirasi dari Candi Borobudur. Pontoon ini bisa difungsikan sebagai dermaga, marina, bahkan restoran terapung, tanpa memerlukan pembangunan struktur permanen.

Teknologi ini telah diterapkan di beberapa lokasi seperti Kebun Raya Bogor, Bali, dan digunakan komunitas Pandawara untuk membersihkan sungai. Panjang pontoon mencapai 6 meter dengan daya tampung sampah maksimal dua ton.

Baca Juga : Dihadiri Munafri–Aliyah, Pemkot Makassar Dukung UMKM Lewat Festival Mulia Ramadan

"Restoran apung ini menawarkan pengalaman berbeda karena menggabungkan kuliner dengan suasana alam di atas air. Nilai estetiknya tinggi, cocok untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara," tambah Taufiqurrahman.

Dengan inovasi wisata dan solusi pengelolaan sampah laut yang terintegrasi, Bajau Indo optimistis konsep ini dapat menjadi daya tarik baru Makassar sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pantai Losari #perahu wisata #Ramah Lingkungan #pontoon modular #restoran apung #Bajau Indo #sampah laut #teknologi wisata #wisata berkelanjutan
Youtube Jejakfakta.com