Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi meluncurkan Program Terpadu Ekonomi Hijau di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate.
Program ini bertujuan memberdayakan warga melalui kombinasi pertanian perkotaan, perikanan, dan peternakan skala rumah tangga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tim ahli yang dipimpin Prof. Dr. Batara Surya dan melibatkan Prof. Agus Salim, Dr. Hernita, serta Emil Salim, merancang pola pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini mendorong warga memanfaatkan taman lingkungan, ruang terbuka hijau, dan pekarangan rumah untuk menanam sayuran hidroponik dengan siklus panen singkat sekitar 30 hari.
Baca Juga : Melinda Aksa Tinjau Kebun Aku Hatinya PKK di Ujung Pandang, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
Hasil panen sayuran kemudian dipasarkan melalui platform daring dan komunitas lokal, sehingga warga dapat menjangkau konsumen secara langsung tanpa perantara.
Selain itu, terdapat pengembangan usaha kecil mandiri berupa budidaya ayam petelur dengan kandang pekarangan, budidaya udang vaname dalam kolam terpal modular, dan pemeliharaan kepiting soka menggunakan sistem aerasi.
"Program ini tidak hanya menciptakan sumber pendapatan baru, tetapi juga memanfaatkan setiap jengkal lahan agar lebih produktif tanpa merusak lingkungan," ujar Prof. Batara Surya usai peluncuran, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan
Pengelolaan air dipastikan stabil melalui pembuatan sumur dangkal, sementara pemanfaatan panel surya mendukung kebutuhan cahaya dan peralatan hidroponik. Selain itu, pengomposan melalui biopori dan lubang vertikal membantu meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi genangan air.
Program ini juga menyasar aspek sosial dengan menggelar pasar murah dan membagikan paket pangan untuk warga prasejahtera. Sampah plastik dan botol bekas diolah menjadi ecobrick sebagai sarana edukasi daur ulang dan pengurangan sampah.
Dengan kolaborasi ini, Tanjung Merdeka diharapkan menjadi contoh kota hijau yang inklusif, mampu menekan biaya hidup warga sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga. Model ini diharapkan dapat direplikasi di kelurahan lain di Makassar sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




