Selasa, 23 Juni 2026 08:17

Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Makassar Raih WRI Ross Center Prize 2025–2026

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026,dalam rangkaian Mayor's Exclusive Roundtable Meeting yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar bersama Universitas Hasanuddin dan Monash University (Australia) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026,dalam rangkaian Mayor's Exclusive Roundtable Meeting yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar bersama Universitas Hasanuddin dan Monash University (Australia) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin meraih penghargaan dunia WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026. Program RISE diakui sebagai solusi permukiman berkelanjutan dan peningkatan sanitasi masyarakat.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memperoleh pengakuan internasional dengan menerima penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026.

Pengakuan tersebut terungkap dalam rangkaian Mayor's Exclusive Roundtable Meeting yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar bersama Universitas Hasanuddin dan Monash University (Australia) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6/2026).

Direktur RISE, Profesor Diego Ramírez-Lovering, mengatakan keberhasilan Makassar tidak hanya diukur dari infrastruktur yang telah dibangun, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh.

Baca Juga : Munafri Sambut Sekolah Unggulan Berasrama di Gedung MULO, Siap Sinergi dengan Disdik Sulsel

“Makassar telah membuktikan bahwa kemitraan masyarakat, inovasi teknis, dan komitmen pemerintah dapat bersinergi untuk memperbaiki kualitas hidup warga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menilai Makassar telah menunjukkan kepemimpinan nyata dalam pengembangan kawasan permukiman berbasis masyarakat serta menjadi contoh penting bagi kota-kota lain di dunia dalam menghadapi tantangan sanitasi, kesehatan, dan perubahan iklim.

“Tantangan berikutnya adalah memperluas implementasi pendekatan RISE ke lebih banyak kawasan permukiman sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Baca Juga : Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, DPRD Sulsel Dukung Penataan PKL oleh Pemkot Makassar

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk perayaan atas penghargaan global yang diraih Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE).

Program RISE sebelumnya berhasil masuk dalam lima besar finalis dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities di New York beberapa bulan lalu.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan internasional atas keberhasilan Program RISE dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, sanitasi, serta kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas yang telah dijalankan selama hampir satu dekade di Kota Makassar.

Baca Juga : Wali Kota Makassar–BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting, Fokus Intervensi Berbasis Data hingga Tingkat Keluarga

“Program ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu contoh praktik baik pembangunan perkotaan berkelanjutan,” kata Munafri.

Namun demikian, Pemerintah Kota Makassar tidak dapat menghadiri seremoni penghargaan tersebut secara langsung. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York bersama tim Monash University.

“Penghargaan tersebut kemudian dibawa ke Makassar untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Makassar melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Amankan Fasum 4,3 Hektare di Biringkanaya, Cegah Klaim Sepihak

Munafri menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan Pemerintah Australia, yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk melanjutkan dan mereplikasi Program RISE di wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan kualitas sanitasi dan lingkungan permukiman.

“Penghargaan ini kita raih bukan karena mengejar penghargaan semata,” tuturnya.

Baca Juga : Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Tegaskan Makassar Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur

“Kita mendapatkan penghargaan ini karena bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memastikan program ini memberikan dampak langsung dan nyata di tengah masyarakat,” lanjut Munafri.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Bappeda sebagai leading sector, untuk menyiapkan langkah lanjutan dalam pengembangan program tersebut.

Munafri menekankan bahwa masih banyak kawasan yang membutuhkan perbaikan sistem sanitasi dan lingkungan sehat. Oleh karena itu, keberhasilan Program RISE perlu direplikasi agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Program ini harus direplikasi dan dimulai dari Pemerintah Kota Makassar dengan dukungan penganggaran yang maksimal demi keberlanjutan Program RISE di kota ini,” tutup Appi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #program RISE Makassar #WRI Ross Center Prize 2025–2026 #Kota Makassar #penghargaan dunia #Sanitasi permukiman #Pemkot Makassar #Sanitasi Perkotaan #Permukiman Berkelanjutan #Monash University #pembangunan berkelanjutan #kesehatan masyarakat #Infrastruktur Sanitasi #urban development #Climate Resilience #Smart City Makassar
Youtube Jejakfakta.com