Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama konsultan dari Ramboll dan ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund (AASCTF) pada Senin (6/10).
Pertemuan ini bertujuan membahas hasil inisiatif program Makassar Livable City Plan atau Rencana Kota Layak Huni Makassar yang telah selesai disusun, sekaligus melakukan evaluasi perangkat digital yang dikembangkan dalam program tersebut.

Program ini didukung oleh pendanaan dari Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), dikelola oleh Asian Development Bank (ADB), dan dilaksanakan oleh Ramboll bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar.
Baca Juga : PKL Ditata, Modal Usaha Disiapkan, Munafri Gandeng Bank Sulselbar Perkuat UMKM Lewat KUR
Alvaro Fonseca, perwakilan dari Ramboll, menjelaskan bahwa program telah menghasilkan dokumen perencanaan serta sejumlah perangkat digital yang dapat dimanfaatkan Pemkot Makassar. Perangkat ini mencakup pemetaan kebutuhan warga, prioritas pembangunan, dan pengelolaan data spasial.
Tahap selanjutnya, Ramboll berencana menggelar workshop di Makassar pada akhir Oktober untuk mengevaluasi sejauh mana perangkat digital tersebut sudah digunakan, mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan, serta menyesuaikannya dengan visi, misi, dan program prioritas Pemkot di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA). Workshop ini juga akan membahas potensi integrasi program ke dalam aplikasi Super Apps Lontara+ milik Pemerintah Kota.
Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Munafri Arifuddin menyatakan dukungannya, terutama jika program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kinerja pemerintahan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendiskusikan lebih lanjut saat tim Ramboll berkunjung langsung ke Makassar.
Baca Juga : Pemkot dan DPRD Makassar Kebut Tiga Regulasi Strategis, Transportasi hingga Tata Ruang Kota Diperkuat
"Ada beberapa kegiatan yang bisa kita jalankan yang mungkin disinergikan dengan program-program unggulan kami," ujar Munafri.
Munafri menegaskan pentingnya keberlanjutan program, agar tidak terhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan manfaat maksimal dari kerja sama ini.
"Saya melihat dari diskusi ini, ini tentu akan sangat bermanfaat dan bisa dipergunakan secara baik oleh teman-teman dalam proses pengambilan kebijakan dan sebagainya. Saya akan menggali lebih detail hal-hal yang bisa kita kerjasamakan ke depannya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




