Jejakfakta.com, MAKASSAR — Gelaran Pemilu Raya Rukun Tetangga (RT) di Kota Makassar pada 3 Desember lalu tidak hanya menjadi momentum pemilihan pemimpin lingkungan, tetapi juga menggambarkan bagaimana demokrasi di level paling dasar semakin matang.
Di tengah antusiasme warga dan minimnya gesekan di lapangan, apresiasi datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Pengamat Politik Parameter Publik Indonesia, Ras MD.

Ia menilai keberhasilan Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dalam mengelola pemilihan yang tertib, inklusif, dan partisipatif merupakan bukti nyata bahwa demokrasi mikro di kota ini berjalan dengan sangat baik.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Pemkot Siapkan Perayaan Buruh Aman dan Inklusif
Sebagai lembaga yang mengawal hajatan pilkada nasional dan lokal, Ras MD memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Makassar atas keberhasilan menyelenggarakan Pemilu Raya RT yang berlangsung tertib, inklusif, serta mencatat partisipasi warga yang sangat baik.
“Kita patut mengakui bahwa Pemkot Makassar berhasil menghadirkan proses pemilihan yang transparan dan memberikan ruang luas bagi warga untuk menentukan figur terbaik di lingkungannya,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Ia menilai, pelaksanaan pemilu yang rapi dan minim gesekan menjadi bukti bahwa pemerintah kota mampu mengelola dinamika demokrasi di tingkat akar rumput dengan pendekatan profesional.
“Ini indikator penting bahwa demokrasi lokal kita bergerak ke arah yang lebih matang,” jelas Ras MD.
Dia menyebut, kesuksesan pelaksanaan Pemilu Raya RT terlihat dari cakupan wilayah yang hampir merata. Hampir seluruh 15 kecamatan dan 153 kelurahan telah merampungkan dokumen penyelenggaraan pemilu.
Menurut Ras MD, kesiapan administrasi tersebut mencerminkan koordinasi birokrasi yang solid dan keseriusan pemerintah kota dalam memastikan tata kelola pemilihan berjalan sesuai standar.
Baca Juga : Makassar Gandeng Jepang, Kolaborasi Strategis Fokus Atasi Sampah hingga Pertukaran Pelajar
“Partisipasi warga juga tergambar dari besarnya jumlah kandidat,” tuturnya.
Dari total 9.098 calon ketua RT yang memperebutkan 6.027 kursi, Ras MD melihat adanya antusiasme luar biasa dari masyarakat untuk terlibat dalam kepemimpinan di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa data ini menunjukkan demokrasi di tingkat mikro tidak hanya hidup, tetapi juga sangat kompetitif.
Baca Juga : Groundbreaking Mal Ratu Indah, Munafri Sebut Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Baru Makassar
“Warga ingin mengambil peran dan berkontribusi langsung dalam pelayanan publik di lingkungannya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingginya minat kandidat serta keterlibatan warga merupakan buah dari pendekatan komunikatif dan transparan Pemkot Makassar dalam mengelola seluruh tahapan pemilu.
Informasi yang terbuka, mekanisme pencalonan yang jelas, hingga fasilitasi teknis yang baik membuat warga merasa dilibatkan secara penuh.
Dikatakannya, pemilu RT bukan hanya memilih ketua lingkungan, tetapi juga menjadi ukuran seberapa jauh pemerintah mampu merawat kepercayaan publik.
“Dan menurut saya, Pemkot Makassar berhasil membuktikan bahwa mereka mampu mengelola proses demokrasi mikro secara bertanggung jawab dan kredibel,” tegas Ras MD.
Ia menilai keberhasilan Pemilu Raya RT harus menjadi modal sosial penting bagi penguatan pelayanan publik ke depan. Ketua RT terpilih yang hadir dengan legitimasi kuat akan menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas layanan administratif, keamanan, hingga koordinasi sosial di lingkungan masing-masing.
Ia menekankan bahwa ke depan pemerintah kota perlu memastikan energi positif dari pemilihan ini diikuti dengan pembinaan, dukungan, dan penguatan kapasitas bagi para ketua RT.
“Jika itu dilakukan, Makassar sangat berpeluang menjadi model nasional dalam praktik demokrasi lokal yang sehat dan pelayanan publik yang responsif,” tutup Ras MD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




