Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai merevitalisasi tiga terminal utama, yakni Terminal Regional Daya, Terminal Malengkeri, dan Terminal Toddopuli. Program ini bertujuan menghadirkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan terminal.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan penataan terminal tidak hanya difokuskan pada fungsi transportasi, tetapi juga diarahkan menjadi ruang publik yang tertib, nyaman, dan produktif secara ekonomi.

“Pembenahan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali terminal kota melalui penguatan layanan transportasi, penataan kawasan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Munafri saat membahas optimalisasi pengelolaan terminal bersama jajaran Perumda Terminal Makassar Metro, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga : Pemkot Makassar Distribusikan 7.261 Sapi dan 402 Kambing Kurban, Munafri: Penyalurannya Harus Jujur dan Adil
Munafri menegaskan, khusus Terminal Toddopuli akan dilakukan penataan kawasan secara menyeluruh untuk menghilangkan kesan kumuh. Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar terminal tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah bagi warga.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan terminal yang tertib, terukur, dan terintegrasi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung wajah Kota Makassar yang lebih tertata.
“Seluruh rencana harus disusun dengan perencanaan yang matang, memiliki dasar hukum yang kuat, serta dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menjelaskan langkah teknis revitalisasi pada masing-masing terminal. Di Terminal Regional Daya, pihaknya mulai mengaktifkan kembali armada perusahaan otobus (PO) secara bertahap, dimulai dari layanan kedatangan dan selanjutnya keberangkatan.
“Kawasan terminal juga akan ditata untuk mendukung aktivitas UMKM agar lebih produktif dan tertib,” kata Elber.
Untuk Terminal Malengkeri, terdapat tiga program utama yang tengah dan akan dijalankan. Pertama, penataan Pasar Bongkar Muat dengan perbaikan infrastruktur berupa pemasangan paving block guna mengatasi genangan air. Kedua, pembangunan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan rampung pada Februari dan diharapkan dapat menggerakkan perekonomian kawasan terminal.
Baca Juga : Pasar Kubis Pindah ke Malengkeri, 400 Kendaraan Bongkar Muat Kini Terpusat
Ketiga, Perumda Terminal berencana menghadirkan moda transportasi tambahan melalui pembangunan pool angkutan untuk meningkatkan mobilitas dan aktivitas di Terminal Malengkeri.
Melalui revitalisasi ini, Pemkot Makassar berharap seluruh terminal dapat berfungsi lebih optimal, mendukung sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian dan kualitas lingkungan Kota Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




