Jumat, 30 Januari 2026 14:35

Dari Kampung KB Manggala, Negara Hadir Bangun Keluarga Menuju Generasi Emas 2045

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat mendampingi  kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Manggala mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa dan karakter masyarakat yang heterogen.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya membangun Generasi Emas 2045 tak lagi sekadar wacana. Pemerintah pusat dan daerah mulai menguatkan fondasi dari unit terkecil bangsa: keluarga. Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026).

Kunjungan tersebut menjadi perhatian khusus karena dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Makassar Andi Irwan Bangsawan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan kuatnya kolaborasi pusat dan daerah dalam penguatan ketahanan keluarga.

Dalam agenda tersebut, Wamendukbangga meninjau langsung pelaksanaan Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Manggala, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta implementasi Program Makan Bergizi (MBG) bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Bangkala.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana menegaskan, Kampung KB merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Salah satu Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan itu harus dimulai dari unit yang paling kecil, yaitu keluarga,” tegas Isyana.

Menurutnya, Kampung KB menjadi wadah integrasi berbagai program strategis, mulai dari Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, hingga Bina Keluarga Lansia, termasuk penguatan edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai kunci pencegahan stunting.

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Di Kampung KB, keluarga tidak hanya mendapat pendampingan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga edukasi pola asuh serta pemanfaatan Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) sebagai basis data akurat untuk perencanaan pembangunan.

“Semua ini penting untuk memastikan pembangunan keluarga berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Isyana juga mengapresiasi inovasi lokal yang berkembang di Kampung KB Manggala, salah satunya Program Simfoni (Single Parents Membangun Potensi Anak Indonesia) yang fokus pada pemberdayaan orang tua tunggal. Program tersebut dinilai memiliki dampak sosial kuat dan berpotensi direplikasi di daerah lain.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

“Setiap daerah punya tantangan kependudukan yang berbeda. Praktik baik seperti Simfoni ini akan kami dokumentasikan dan dorong menjadi contoh nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamendukbangga ke Kota Makassar. Ia menilai Kecamatan Manggala memiliki peran strategis dalam pengendalian penduduk dan penguatan ketahanan keluarga.

“Manggala mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa dan karakter masyarakat yang heterogen. Kampung KB menjadi instrumen penting untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Munafri.

Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar

Ia menjelaskan, tingginya dinamika kependudukan menjadi alasan Manggala dipilih sebagai fokus pengembangan Kampung KB, terutama dalam merespons isu stunting, kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kualitas keluarga secara menyeluruh.

Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memandang Kampung KB sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

“Kami ingin Kampung KB benar-benar menjadi pusat solusi dan penguatan ketahanan keluarga, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi,” katanya.

Baca Juga : Munafri Tekankan Skill dan Keselamatan dalam Diklat Pelayaran di Makassar

Ia juga menyebut dampak program Kampung KB dan intervensi gizi mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran Wamendukbangga di tengah warga Manggala, menurutnya, menjadi bukti konkret hadirnya negara dalam memperkuat kualitas penduduk.

Pemerintah Kota Makassar pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengimplementasikan program Kemendukbangga secara berkelanjutan, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#kampung kb makassar #Wamendukbangga #Isyana Bagoes Oka #Munafri Arifuddin #Kampung Keluarga Berkualitas #Stunting #1000 HPK #Program Makan Bergizi #generasi emas 2045 #Kependudukan Makassar
Youtube Jejakfakta.com