Jejakfakta.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memperkuat pelayanan air bersih dengan melibatkan Ketua RW dan Forum Pelanggan dalam sosialisasi layanan dan program bantuan, di Cafe Langit Ulu Juku, Makassar, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan ini menjadi forum dialog terbuka antara pengelola layanan air minum dan masyarakat, membahas kondisi pelayanan, program sambungan air bersih gratis, pergantian meter air, hingga rencana penguatan distribusi air minum ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menekankan pentingnya Ketua RW sebagai mitra strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan. “Pelayanan air minum tidak bisa dibangun hanya dari sisi teknis. Ia membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman bersama. Di sinilah peran Ketua RW menjadi sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau
Hamzah memaparkan berbagai upaya pembenahan, termasuk perbaikan jaringan pipa lama, peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA), dan penguatan distribusi di wilayah yang mengalami tekanan rendah. PDAM juga mempercepat penanganan kebocoran untuk menekan kehilangan air dan menjaga kontinuitas suplai ke pelanggan.
Program sambungan gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah juga dilanjutkan pada 2026. Tahun sebelumnya, sekitar 2.000 sambungan gratis telah direalisasikan. PDAM membuka opsi cicilan hingga lima kali untuk masyarakat yang tidak masuk kategori penerima bantuan. Selama bulan Ramadan, layanan air bersih gratis juga diberikan kepada masjid-masjid.
Selain itu, PDAM Makassar tengah menjalankan program pergantian meter air pelanggan secara bertahap. Menurut Hamzah, program ini bertujuan memastikan pencatatan penggunaan air yang akurat, adil, dan transparan, sekaligus melibatkan warga setempat agar koordinasi di lapangan lebih mudah.
Baca Juga : Krisis Air Ancam Layanan RS Mata Makassar, Pemkot–Kemenkes–PDAM Bergerak Cari Solusi Cepat
Sosialisasi juga menekankan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan layanan, termasuk melaporkan kebocoran pipa maupun sambungan ilegal. PDAM bahkan memberikan apresiasi bagi warga yang berani melaporkan pencurian air.
Tantangan utama layanan air bersih tetap pada keterbatasan air baku yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Gowa dan Maros. Namun, izin pengolahan air dari pemerintah pusat yang diperoleh pada 2025 memastikan tidak ada kendala perizinan terkait volume air baku.
Ke depan, PDAM Makassar berencana menambah kapasitas IPA dan jaringan pipa, khususnya di wilayah timur, utara, dan pinggiran kota, serta membangun IPA baru di kawasan BTP dengan kapasitas 600–1.000 liter per detik.
Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih
Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Nanang Supriyatno, menegaskan meski direksi masih berstatus pelaksana tugas, komitmen pelayanan publik tetap menjadi prioritas. “Air minum adalah layanan publik. Kami mohon dukungan masyarakat agar PDAM Makassar bisa terus memperbaiki layanan dan memberikan kontribusi positif bagi kota ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




