Rabu, 04 Februari 2026 15:51

Belajar dari JIS, Munafri Siapkan Stadion Untia Jadi Ikon Multifungsi Baru Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat melakukan studi lapangan ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (4/2/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat melakukan studi lapangan ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (4/2/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Sekitar 23 hektare lahan stadion telah tersertifikasi dan siap digunakan untuk pembangunan.

Jejakfakta.com, JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin semakin memantapkan langkah menghadirkan stadion modern berstandar nasional di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Tak sekadar stadion sepak bola, fasilitas ini diproyeksikan menjadi ikon olahraga, pusat hiburan, dan ruang publik multifungsi yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Keseriusan itu ditunjukkan dengan dua langkah strategis sekaligus. Selain proyek Stadion Untia resmi memasuki tahap lelang Manajemen Konstruksi (MK) melalui LPSE, Munafri juga melakukan studi lapangan ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (4/2/2026), untuk mempelajari langsung tata kelola stadion modern berstandar internasional.

Kunjungan ke JIS bukan sekadar melihat megahnya bangunan, melainkan menggali praktik terbaik pengelolaan stadion dari hulu ke hilir. Munafri menegaskan, pembangunan Stadion Untia tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada sistem pengelolaan jangka panjang.

Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar

“Pagi ini kami berkunjung ke JIS untuk pembangunan stadion baru di Kota Makassar. Fokus kami bukan hanya konstruksi, tetapi bagaimana stadion ini nantinya dikelola secara berkelanjutan,” ujar Munafri.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri dan rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, selaku pengelola JIS. Pihak Jakpro memaparkan berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan konstruksi, pemilihan material, sistem keamanan, hingga pola pengelolaan stadion pasca-pembangunan.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menekankan bahwa stadion modern harus mampu bertransformasi menjadi fasilitas multipurpose agar tetap produktif dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

“Kami sudah tidak lagi bicara soal konstruksi semata. Yang ingin kami pelajari adalah tata kelola pengelolaannya, sistem maintenance, dan bagaimana stadion bisa dimaksimalkan untuk berbagai kegiatan, tidak hanya sepak bola,” jelasnya.

Menurut Appi, JIS menjadi contoh nyata bagaimana stadion bisa dimanfaatkan untuk berbagai agenda besar, mulai dari pertandingan olahraga hingga konser musik dan event berskala nasional maupun internasional.

“Stadion hari ini harus fleksibel. Bisa dipakai untuk sepak bola, konser, hingga berbagai kegiatan lainnya,” tambahnya.

Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan

Selain fungsi multipurpose, Munafri juga memberi perhatian khusus pada sistem perawatan stadion, terutama pengelolaan rumput lapangan yang menjadi salah satu komponen krusial.

“Kami melihat detail flow perawatan stadion, khususnya rumput lapangan, termasuk menghitung biaya maintenance. Ini penting agar sejak awal kita sudah punya gambaran kebutuhan anggaran dan sistem perawatannya,” tutup Appi.

Lahan Aman, Sertifikasi Jadi Prioritas

Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar juga memastikan aspek legal pembangunan Stadion Untia berjalan aman. Dinas Pertanahan Kota Makassar menegaskan bahwa proses sertifikasi lahan menjadi prioritas utama guna menghindari persoalan hukum di masa depan.

Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sri Sulsilawati, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 23 hektare lahan stadion telah tersertifikasi dan siap digunakan untuk pembangunan.

“Alhamdulillah, lahan yang siap untuk pembangunan Stadion Untia kurang lebih 23 hektare dan sudah bersertifikat. Ini untuk memastikan tidak ada masalah hukum ke depan,” ujarnya.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Panggung Nasional, Pembukaan MTQ KORPRI 2026 Ditarget Spektakuler di Karebosi

Sri menjelaskan, proses sertifikasi kini harus dilengkapi dengan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), sehingga membutuhkan koordinasi intensif dengan Dinas Tata Ruang.

“Sekarang sertifikasi tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kesesuaian tata ruang dan kolaborasi dengan Dinas Tata Ruang,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses sertifikasi juga didukung dengan surat pernyataan dari pihak-pihak yang sebelumnya menempati lahan, yang menegaskan bahwa tanah tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Makassar dengan skema pinjam pakai.

Dengan aspek legal yang semakin kuat dan pembelajaran tata kelola stadion modern dari JIS, Pemerintah Kota Makassar optimistis Stadion Untia akan hadir sebagai stadion modern, multifungsi, dan dikelola secara profesional, sekaligus mendorong kemajuan olahraga, ekonomi, dan hiburan di Kota Makassar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#stadion Untia #Munafri Arifuddin #stadion makassar #JIS #Jakarta International Stadium #stadion multifungsi #stadion modern #Pemkot Makassar
Youtube Jejakfakta.com