Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan arah baru pembangunan pendidikan dengan menjadikan guru sebagai titik awal reformasi pendidikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan anggaran pendidikan guru ditingkatkan mulai tahun ini, sekaligus menyiapkan program pengiriman guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri.
Komitmen tersebut ditegaskan Munafri—akrab disapa Appi—saat meresmikan Lab School Balai Besar Guru UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah, Sabtu (7/2/2026), di Jalan Daeng Tata, Kompleks Hartaco Indah, Makassar.

Menurut Appi, tidak akan ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang profesional, sejahtera, dan terus dikembangkan kapasitasnya. Karena itu, Pemkot Makassar memilih memulai pembenahan pendidikan dari hulunya: pendidikan dan kualitas guru.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal
“Tidak mungkin ada pendidikan yang berkualitas kalau gurunya tidak disentuh lebih dulu. Guru itu kunci segalanya,” tegas Appi.
Kehadiran Lab School Balai Besar Guru disebut Appi sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi mutu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat praktik pendidikan terbaik sekaligus ruang kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Ia mencontohkan keberhasilan Lab School Jakarta yang dibangun dari fondasi pendidikan guru yang kuat.
Baca Juga : Tahun 2026, Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN
“Lab School Jakarta berhasil karena dari awal yang dibangun adalah kualitas gurunya. Hasilnya, hampir separuh lulusan SMA-nya bisa masuk UI,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata, Appi secara tegas meminta agar anggaran pendidikan guru ditambah mulai tahun ini. Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan program pengiriman guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri untuk peningkatan kapasitas.
Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Pemkot Makassar dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Warga Perkuat Ukhuwah di Bulan Suci Ramadan
“Tahun 2026 ini, kita kirim guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri. Batch pertama sekitar 20–30 orang. Dua negara sudah menawarkan kerja sama, Singapura dan India,” jelas Appi.
Tak Ada Lagi Sekolah Unggul karena ‘Gurunya Lebih Duluan’
Appi menegaskan, peningkatan kualitas guru harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendidikan. Namun, ia menekankan kualitas pendidik tetap menjadi fokus utama.
Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Makassar, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Aliyah Mustika Ilham
Ia juga menargetkan ke depan tidak ada lagi kesenjangan mutu antar sekolah akibat perbedaan kualitas guru.
“Guru itu pendidik. Harus punya intelegensia di atas rata-rata dan menjadi problem solver di mana pun ditempatkan,” katanya.
Menurut Appi, transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi guru.
Baca Juga : Di Panakkukang, Wali Kota Makassar Minta Warga Sampaikan Aspirasi Lewat LONTARA+
“Suatu saat orang akan datang ke Makassar untuk belajar bagaimana menjadi guru terbaik,” ujarnya optimistis.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Bunda PAUD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, perwakilan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Sulsel Arman Agung, serta Ketua PGRI Sulsel Prof. Dr. Hasnawi Haris.
Pengukuhan Lab School ini menegaskan keseriusan Pemkot Makassar menjadikan guru sebagai profesi utama dan terhormat, sekaligus pilar utama kemajuan pendidikan daerah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




