Rabu, 25 Januari 2023 19:02

Kendalikan Inflasi, Mendagri Minta Kepala Daerah Memantau Kondisi di Lapangan

Editor : Nurdin Amir
Mendagri  Tito Karnavian memimpin Rakoor Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dilaksanakan oleh Kemendagri), Selasa (24/1/2023). @Jejakfakta/Ist.
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rakoor Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dilaksanakan oleh Kemendagri), Selasa (24/1/2023). @Jejakfakta/Ist.

Inflasi Sulsel pada Desember 2022 tekanan inflasi melemah, tercatat sebesar Rp 5,77 persen (y-on-y), lebih rendah dari inflasi November 2022 (6,00 persen y-on-y).

Jejakfakta.com, Jakarta — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepada Kepala Daerah untuk pengendalian inflasi dan memantau langsung untuk terjun ke lapangan.

Hal ini disampaikan Tito saat rapat koordinasi (Rakoor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (24/1/2023). Tito dalam paparannya berdasarkan dari arahan Presiden dalam hal pengendalian inflasi, yaitu, pertama para Kepala Daerah diminta memantau langsung untuk terjun di lapangan serta berhati-hati dalam mengatur tarif PDAM maupun angkutan umum.

“Yang di daerah, kita harus turun langsung di lapangan, jangan hanya di belakang meja terima laporan, turun cek sehingga tahu persis angkanya berapa, terutama komoditas penyumbang inflasi,” kata Mendagri Tito Karnavian.

Baca Juga : Terminal Daya Makassar Disiapkan Jadi Pusat Logistik, Investasi Baru dan Solusi Kemacetan

Selanjutnya, kata Tito, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk turut serta menurunkan kemiskinan extrem sampai target 0 persen pada 2024. "Ketiga mendorong Kepala Daerah untuk turunkan stunting dibawah 14 persen di tahun 2024," katanya.

Terkait hal ini, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan terkait kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi perhatian utama.

“Karena kedua hal ini, baik stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi arahan Bapak Presiden kita,” sebutnya.

Baca Juga : Transisi Energi Dipertanyakan, Konflik Agraria hingga PHK Buruh Masih Membayangi Industri Nikel

Selain itu, Tito meminta segera selesaikan dua masalah besar investasi yakni kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) dan persetujuan bangunan gedung (PBGD).

Kelima, maksimalkan pengelolaan keuangan daerah dengan bangun dana abadi dan pastikan APBD dibelanjakan untuk produk produk buatan dalam negeri.

“Jadi tahun ini infrastruktur sudah bisa E-katalog lokal. Termasuk untuk irigasi dan pertanian,” jelasnya Andi Sudirman.

Baca Juga : 90 Anak Gowa Berangkat ke Sekolah Rakyat, Peluang Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Ke enam susun rencana induk master plan penataan kota dan juga penekanan visi-misi yang dapat menunjukkan keunggulan dan keunikan dari setiap daerah.

Serta dua poin lainnya, yang ke tujuh yaitu menjaga stabilitas politik dan keamanan Pemilu 2024 serta ke delapan jaminan kebebasan beragama.

Adapun Sulsel, secara tahunan, inflasi Sulsel pada Desember 2022 tekanan inflasi melemah, tercatat sebesar Rp 5,77 persen (y-on-y), lebih rendah dari inflasi November 2022 (6,00 persen y-on-y)

Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian HUT Ke-46 Dekranas

Upaya yang yang dilaksanakan melalui TPID Provinsi Sulsel dengan program kerjasama dengan toko ritel untuk memperpendek jalur distribusi, Program Benih Mandiri, pengadaan gabah/beras untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP), pasar murah/gelar pangan murah dan operasi pasar dan pengembanan pertanian keluarga.

Adapun program penanganan dampak inflasi di Sulsel tahun 2022. Untuk bantuan sosial Rp 2 miliar, penciptaan lapangan kerja Rp 10,5 miliar dan Subsisi Transfortasi Umum Rp 2,5 miliar.

“Berbagai upaya yang dilakukan bersama Pemerintah Pusat, termasuk dengan Forkopimda, pemerintah daerah dan stake holder lainnya. Merupakan upaya kita mengantisipasi dampak inflasi yang menjadi tantangan Indonesia dan dunia saat ini,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Inflasi #Mendagri #Kepala Daerah #Tarif PDAM #Angkutan Umum #Kemiskinan Ekstrem #Stunting #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com