Jumat, 20 Februari 2026 18:27

1 Tahun Munafri–Aliyah: Ekonomi Makassar Tumbuh 5,39%, Inflasi 1,19% Terendali

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah di Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026). @Jejakfakta/Istimewa
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah di Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026). @Jejakfakta/Istimewa

Satu tahun kepemimpinan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham, ekonomi Makassar tumbuh 5,39% melampaui nasional dan Sulsel. Inflasi terkendali di 1,19%, kemiskinan dan pengangguran turun.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Setahun kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menandai babak baru laju ekonomi Kota Makassar. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi kota ini menembus 5,39% (year on year) pada Kuartal III 2025, melampaui rata-rata nasional 5,01% dan Sulawesi Selatan sebesar 5,04%.

Angka tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah di Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026).

“Makassar tumbuh lebih tinggi dari rata-rata nasional dan provinsi. Ini bukan sekadar angka, tetapi mulai terasa dampaknya,” ujar Ricky.

Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Pemkab Pangkep Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha

Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Pertumbuhan itu diikuti perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun dari 4,97% (2024) menjadi 4,43% (2025). Pengangguran juga menurun dari 9,71% menjadi 9,6%.

Menurut Ricky, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dibarengi stabilitas harga. Di sinilah Makassar mencatat capaian penting: inflasi 2025 berada di 1,19%, jauh lebih rendah dibanding nasional (2,92%) dan provinsi (2,8%), serta masih dalam rentang target nasional 2,5% ±1%.

Baca Juga : SIM C1 Resmi Hadir di Makassar, Appi Tantang Komunitas Motor Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas

Gerakan Pangan Murah dan Digitalisasi Jadi Kunci

Tekanan harga pangan yang sempat melanda sejumlah daerah mampu diredam lewat distribusi langsung melalui Gerakan Pangan Murah. Uniknya, Makassar menjadi kota pertama di Sulawesi Selatan yang menerapkan pembayaran nontunai dalam program tersebut.

Langkah ini memperkuat ekosistem digital sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga : Bupati Gowa Tinjau Pasar Murah, Harga Sembako Ditekan Jelang Iduladha

Lebih jauh, transformasi digital juga menyentuh tata kelola pemerintahan melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Implementasinya meliputi pembayaran retribusi parkir, pasar tradisional seperti Pasar Daya, terminal, hingga layanan PDAM yang beralih ke sistem nontunai.

Lebih dari 70% ASN Makassar kini telah menggunakan mobile banking dan QRIS, menjadikan aparatur sebagai role model digitalisasi keuangan.

Kota Perdagangan Bertransformasi Jadi Kota Lifestyle Digital

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri Grand Opening Megahputra Arena, Dorong Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat di Makassar

Stabilitas ekonomi mendorong geliat kota semakin dinamis. Event olahraga, festival kuliner, konser, hingga komunitas kreatif tumbuh pesat. Transaksi yang sebagian besar dilakukan secara digital ikut mendorong perputaran ekonomi hotel, restoran, UMKM, dan sektor transportasi.

Makassar kini tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan dan budaya, tetapi juga kota wisata urban dengan denyut ekonomi kreatif yang kuat—sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Empat Pilar Penggerak

Baca Juga : Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi

Ricky memaparkan empat faktor utama yang menopang capaian ini:

  1. Digitalisasi berbasis SDM (ASN sebagai role model).
  2. Implementasi ETPD lintas kementerian dan BI.
  3. Kolaborasi perbankan, termasuk Bank Sulselbar.
  4. Pemanfaatan Cash Management System untuk tata kelola keuangan daerah.

Dengan kombinasi pertumbuhan tinggi dan inflasi terkendali, satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah—dengan tagline MULIA—menjadi fondasi kuat menuju Makassar yang lebih produktif, modern, dan inklusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Aliyah Mustika Ilham #Ekonomi Makassar 2026 #inflasi Makassar #Data Bank Indonesia #Pertumbuhan Ekonomi 5 #39% #gerakan pangan murah #Digitalisasi ASN #ETPD Makassar #PAD Makassar
Youtube Jejakfakta.com