Jejakfakta.com, GOWA – Momentum buka puasa bersama dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memperkuat sinergi dengan media dan pelaku industri kreatif. Di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (27/2/2026), Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengajak seluruh elemen membangun kolaborasi demi memajukan UMKM melalui sektor pariwisata.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan tidak masuknya pariwisata dalam skala prioritas pembangunan nasional, Husniah justru melihat peluang besar bagi Gowa untuk menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

“Walaupun sektor pariwisata tidak masuk skala prioritas pembangunan nasional, namun kita pandang perlu untuk dikembangkan sebagai pendukung utama dalam bertumbuhnya UMKM di Gowa,” ujarnya di hadapan pimpinan media, influencer, dan penggiat media sosial.
Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Makassar, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Aliyah Mustika Ilham
Beautiful Malino 2025, Bukti Dampak Ekonomi Nyata
Sebagai langkah konkret, Pemkab Gowa mengoptimalkan event unggulan daerah, Beautiful Malino 2025. Pada pelaksanaan terbarunya, durasi kegiatan diperpanjang dari dua hari menjadi lima hari.
Hasilnya signifikan. Kunjungan wisatawan meningkat dari 10 persen menjadi 31,11 persen. Perputaran uang selama event tersebut bahkan mencapai minimal Rp5 miliar per hari. Tak hanya sektor pariwisata yang terdongkrak, UMKM lokal dan keterlibatan anak muda juga ikut tumbuh.
Baca Juga : Momentum Ramadan, Aliyah Mustika Ilham dan KKLR Sulsel Pererat Kebersamaan dan Persaudaraan
“Beautiful Malino menjadi ajang pembuktian diri saya yang baru pertama kali menyelenggarakan event tersebut. Kami ingin memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Investor Masuk, UMKM Tetap Dilindungi
Dalam kesempatan itu, Husniah juga menyinggung isu ritel modern yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia meminta agar isu tersebut tidak dibesar-besarkan sehingga tidak mengganggu minat investor untuk menanamkan modal di Gowa.
Baca Juga : Buka Puasa di Festival Cap Go Meh, Munafri Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis
Menurutnya, kehadiran investor bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Pemkab Gowa telah menetapkan sejumlah syarat, di antaranya investor wajib menyewa lahan aset pemerintah daerah, mempekerjakan tenaga kerja lokal, menyediakan gerai khusus bagi produk UMKM Gowa, serta memberi ruang bagi warga untuk berjualan di sekitar ritel modern.
“Kehadiran mereka tidak untuk mematikan sumber ekonomi masyarakat setempat. Justru kita atur agar UMKM tetap tumbuh berdampingan,” tegasnya.
Peran Media dalam Pembangunan Daerah
Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Talenrang Tekankan Integritas dan Energi Baru dalam Seleksi JPT Pratama
Bupati yang juga Ketua DPW PAN Sulsel itu menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar utama dalam pembangunan, yakni pemerintah, pelaku usaha, dan media. Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang sekaligus mendorong optimisme publik terhadap iklim investasi dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Jurnalis Disway Makassar, Rusli Boko, mengapresiasi keterbukaan komunikasi yang dibangun Pemkab Gowa melalui kegiatan iftar bersama tersebut.
“Kami salut dan mengapresiasi Ibu Bupati yang mau membuka diri untuk menyelesaikan hal-hal yang mengganjal guna mengimplementasikan visi-misi dalam memimpin Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Baca Juga : Salurkan Santunan Rp34,1 Juta, Pemkab Pastikan Hak ASN Gowa Terpenuhi Melalui PT Taspen
Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Gowa, pimpinan OPD lingkup Pemkab Gowa, event organizer, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




