Jejakfakta.com, PINRANG – Pagi di MAN Pinrang tidak dimulai dengan hiruk-pikuk biasa. Sebelum spidol menyentuh papan tulis atau gawai dan laptop menampilkan materi digital, suasana hening menyergap ruang-ruang kelas. Melalui pengeras suara, suara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengalun syahdu, memandu lisan siswa yang serentak melantunkan lafal-lafal zikir kepada Allah Swt.
Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tradisi yang telah dirawat secara konsisten selama lebih dari satu dekade—sebuah ikhtiar spiritual untuk “mengetuk pintu langit” sebelum memulai aktivitas duniawi.

Perubahan Khidmat di Bulan Suci
Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Makassar, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Aliyah Mustika Ilham
Khusus pada bulan Ramadan, terdapat pemandangan yang sedikit berbeda. Jika pada hari Senin di luar bulan puasa biasanya diisi dengan upacara bendera, maka selama Ramadan kegiatan tersebut sepenuhnya diganti dengan zikir bersama.
“Khusus hari Senin di bulan suci ini, kegiatan dipusatkan di Masjid MAN Pinrang bagi siswa kelas XII, mengingat yang mengikuti pembelajaran tatap muka hanya kelas XII,” ujar Kepala MAN Pinrang, Ansyar.
“Sementara kelas XI dan X saat ini belajar secara daring karena program rehabilitasi gedung madrasah yang telah dimulai sejak Desember lalu. Pelaksanaan zikir tetap dilakukan serentak dan dipandu melalui pengeras suara,” lanjutnya.
Baca Juga : Transformasi Digital dari Madrasah: Kisah Reni, Guru MAN Pinrang Meraih Sertifikasi Global Gemini Academy
Zikir ini memiliki struktur yang khas: sembilan lafal zikir diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, mencakup istigfar, hamdalah, tauhid, hauqalah, doa, hingga selawat. Menariknya, setiap lafal dibaca sebanyak 11 kali—sebuah komposisi spiritual yang diyakini menghadirkan ketenangan mendalam bagi siapa pun yang menghayatinya.
Warisan Ulama dari Pangkep
Akar tradisi ini membentang hingga ke sebuah pesantren di Pangkep. H. Sabir Has, salah satu guru PAI senior di MAN Pinrang, menuturkan bahwa meskipun sanad zikirnya berasal dari sana, terdapat sentuhan lokal yang menjadikannya khas MAN Pinrang.
Baca Juga : Bukan Kampanye Nikah Muda, KUA Paleteang Justru “Rem” Siswa MAN Pinrang Lewat Program MOST
“Cara melagukannya dikembangkan sendiri oleh guru-guru kami sejak kurang lebih 10 tahun lalu. Inilah yang menjadi warna khusus di madrasah ini,” ungkapnya.
Bagi warga madrasah, zikir ini diyakini membawa keberkahan. Kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, kelancaran urusan, hingga kemudahan rezeki diyakini tidak terlepas dari keistikamahan dalam melantunkan doa. Salah satu dampak yang dirasakan siswa adalah kemudahan menyerap ilmu pengetahuan—hati yang tenang setelah berzikir menjadi lebih siap menerima pelajaran.
Berkah yang Menjelma Nyata: Program PHTC Presiden
Baca Juga : Bupati Pangkep Hadiri Yatim Ramadan Fest 1447 H, Berbagi Kebahagiaan dengan 200 Anak Yatim
Keyakinan akan kekuatan doa tersebut juga diyakini beriringan dengan kemajuan madrasah. MAN Pinrang kini masuk dalam program Revitalisasi Sekolah yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, hampir seluruh gedung MAN Pinrang tengah direnovasi. Fasilitas yang semakin memadai ini diyakini sebagai buah dari doa-doa yang senantiasa dipanjatkan setiap pagi.
“Inilah warisan ulama kita yang harus dilestarikan. Kami ingin menegaskan bahwa selain dibekali ilmu pengetahuan, penguatan spiritual siswa tidak boleh dilupakan,” tambah Ansyar.
Baca Juga : Safari Ramadan di Bulu Tellue, Bupati Pangkep Ajak Warga Peduli Pendidikan Anak
Menuju Generasi Emas yang Moderat
Lebih dari sekadar tradisi internal madrasah, zikir pagi ini juga membawa pesan kebangsaan. Dalam untaian doa, terselip harapan agar kedamaian negeri tetap terjaga dan para pemimpin diberi kesehatan serta kekuatan dalam mengayomi rakyat.
Target besarnya jelas: MAN Pinrang ingin mencetak generasi Muslim yang religius sekaligus moderat, memiliki kepekaan qalbu yang mantap demi terwujudnya Generasi Emas masa depan. Melalui tradisi ini, madrasah berharap prestasi lahiriah berjalan seiring dengan kesalehan batin.
Laporan: Subair – Humas MAN Pinrang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




